0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Republika Online
Republika Online - Fri, 23 Oct 2020 08:26
Dilihat: 42
Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

JAKARTA - Di Brasil, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal China Sinovac berkembang menjadi isu politik yang hangat. Isu politisasi mencuat setelah adanya pernyataan dari Presiden Jair Bolsonaro yang menolak produk tersebut.

Hal ini dipandang sarat kepentingan politik dirinya yang sejak awal terlihat menganggap remeh pandemi, meski negaranya menjadi salah satu yang terdampak besar dengan wabah.

Bolsonaro mengaku tak ingin membeli vaksin dari Sinovac karena tak ingin warga Brasil menjadi kelinci percobaan. Ia diyakini bersikap demikian terkait rivalitas politik dengan Gubernur Sao Paulo, Joao Doria. Sejak awal pandemi Covid-19, keduanya sering berseberangan.

Di Indonesia, muncul kekhawatiran vaksin Covid-19 juga dapat dikaitkan dengan isu politik seperti Brasil. Hal ini mengingat vaksin eksperimental yang sedang dalam uji klinis di Indonesia berasal dari Sinovac. Rencananya sekitar 340 juta dosis akan diberikan dalam program vaksin nasional pada 2021.

Meski demikian, pengamat hubungan internasional Suzie Sudarman mengatakan hal tersebut mungkin tidak akan terjadi. Ia menilai banyak masyarakat di Indonesia yang percaya dengan para ilmuwan terkait dengan produksi vaksin yang dilakukan saat ini di Tanah Air.

"Kita percaya dengan scientist. Selain itu, juga tidak akan terlalu jauh beda vaksin ini dengan vaksin dari Barat yang juga kita beli," ujar Suzie kepada Republika, Kamis (22/10).

Suzie lebih lanjut mengatakan hal yang terjadi di Brasil mungkin tak akan terjadi di Indonesia karena pada dasarnya vaksin dipandang oleh masyarakat kita bukan sebagai obat pemusnah massal. Vaksin Covid-19 juga menjadi produk yang ditunggu-tunggu bahkan dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk menghentikan pandemi di dunia saat ini.

Sinovac Biotech Ltd dan PT Bio Farma (Persero) telah menandatangani perjanjian awal untuk pembelian dan pasokan CoronaVac pada akhir Agustus 2020. Dalam perjanjian tersebut, Sinovac berkomitmen menyediakan pasokan sebanyak 40 juta dosis produk CoronaVac setengah jadi pada rentang November hingga Maret 2021.

Hal itu memungkinkan penjualan lebih lanjut sepanjang tahun depan. Sinovac mengatakan Indonesia menjadi pemesan vaksin Covid-19 terbesar dalam pembelian vaksin CoronaVac.


Seperti dilaporkan sebelumnya, Pemerintah Indonesia menjadwalkan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di awal 2021. Sejauh ini selain Sinovac, vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis di Indonesia berasal dari AstraZeneca, perusahaan farmasi asal Inggris.

Berita Terkait
  • 'Sikap Brasil Jangan Bikin Uji Vaksin di Indonesia Terhenti'
  • Pemerintah Harus Tetapkan Kriteria Penerima Vaksin Covid-19
  • Pemerintah Diminta Fokus Soal Vaksin Covid
Berita Lainnya
  • Tips Agar Bisa Kerjakan Umroh dan Haji dengan nyaman
  • Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

Pengamat Respons Politisasi Vaksin Covid-19 China di Brasil

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya