0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

Republika Online
Republika Online - Sat, 13 Aug 2022 04:15
Dilihat: 45
Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik karena videonya yang viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat Gibran melepaskan masker Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) secara paksa. Paspampres saat itu sedang bersiap mengutarakan permintaan maaf terkait insiden pemukulan warga di daerah Sumber kepada awak media.

Menanggapi ini, pengamat politik dan pendiri Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengatakan meminta yang bersangkutan untuk minta maaf merupakan langkah yang tepat. Namun, dia menyayangkan tindakan Gibran yang memaksa membuka masker karena tidak proporsional.

"Tidak patut dilakukan oleh Gibran. Terlebih, yang bersangkutan menyatakan minta maaf. Membuka masker di depan publik dengan cara seperti dipaksakan itu menurut saya berlebihan," kata Ray kepada Republika, Jumat (12/8/2022).

Menurut Ray, setidaknya jika ingin melepaskan masker Paspampres itu Gibran tidak perlu langsung sampai menariknya. Gibran bisa meminta dia untuk membuka masker. "Mungkin Mas Gibran ingin melihatkan wajah Paspampres itu kepada publik. Namun, menurut saya tidak proporsional apalagi sampai harus membuka maskernya," ujar dia.

Sedangkan pengamat politik dan pendiri lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio, malah mengapresiasi tindakan Gibran. Menurut dia, tindakan Gibran sudah tepat dilakukan. "Saya rasa tidak apa-apa, bagus juga ya Mas Gibran sebagai anak presiden. Menjadi Paspampres harus humanis, harus menghargai warga. Jadi, saya mendukung Mas Gibran melakukan pembinaan kepada Paspampres itu," ujar dia.

Hendri berpendapat tindakan Gibran melepaskan masker tidak berlebihan. Bahkan, itu merupakan wujud dari rasa kesal Gibran. "Itu ya kesalnya Mas Gibran sebagai atasan ke dia (Paspampres) itu. Tidak berlebihan menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya, Gibran tidak terima adanya oknum Paspampres yang memukul warga di daerah Sumber, Selasa (9/10/2022) lalu. Warga yang dipukul tersebut juga dalam keadaan tidak bersalah.

Gibran mengatakan masalahnya belum selesai. Menurutnya oknum Paspampres minta maaf karena beritanya ramai di media sosial. "Kalau bagi saya kan belum selesai. Mereka kan minta maafnya karena beritanya viral, kalau tidak viral mereka tidak mungkin minta maaf," kata Gibran, Jumat (12/8/2022).

Dia mengaku tidak terima dengan perlakuan Paspampres kepada warga tersebut. Selain itu, menurutnya Paspampres juga tidak sedang melakukan pengawalan.

"Iya saya tidak terima karena warga saya digituin. Dia nggak salah, Paspampres juga tidak sedang mengawal siapa-siapa," ungkapnya.

Berita Terkait
  • Minta Maaf, Oknum Paspampres Mengaku Khilaf Pukul Warga
  • Gibran tak Terima Paspampres Pukul Warga
  • Gibran Respons Aduan, Cari Paspampres Diduga Aniaya Warga di Solo
Berita Lainnya
  • Berantas Judi Online, Polda Metro Jaya Amankan 78 Orang
  • Dua Kapal Kirim 63.000 Ton Biji-Bijian dari Ukraina

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

Pengamat: Tindakan Gibran Paksa Lepas Masker Paspampres tidak Proporsional

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya