0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

Nusabali
Nusabali - Sat, 17 Oct 2020 08:29
Dilihat: 44
Pengangkatan Guru Honorer Terganjal AnggaranSINGARAJA,
Rencana pengangkatan ratusan guru honorer di Buleleng masih sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pemkab Buleleng belum dapat memastikan pengangkatan dapat dilakukan atau tidak karena situasi keuangan di masa pandemi. Meski demikian, Pemkab Buleleng berjanji tetap akan mengkaji disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah tahun 2021 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, Jumat (16/10), tak memungkiri masalah kekurangan guru PNS di Buleleng terjadi sudah cukup lama. Krisis guru PNS jenjang SD dan SMP yang berjumlah 2.026 orang terjadi karena akumulasi pengangkatan guru PNS yang jumlahnya tak setara dengan kebutuhan di lapangan.

Kondisi itu pun diperparah dengan moratorium yang cukup lama dari pemerintah pusat tidak ada pengangkatan PNS. Di sisi lain, guru pensiun setiap tahunnya berjumlah ratusan orang. "Ini yang terakumulasi makin tahun makin terakumulasi," ucap Suyasa.

Menurut Suyasa, Pemkab Buleleng sudah melakukan upaya untuk menutupi kekurangan tersebut dengan mengangkat seribuan guru kontrak daerah, namun ada 714 guru masih berstatus honorer yang 40 persen di antaranya masih menerima honor di bawah Rp 500 ribu. Suyasa yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyatakan Pemkab tetap akan memperhitungkan dan mencarikan jalan keluar.

Hanya saja pengangkatan guru honorer menjadi guru kontrak tak dapat dilakukan dalam waktu dekat. "Kalau melihat estimasi anggaran tahun depan kita masih terdampak pandemi, ekonomi tak langsung lari, tetapi berusaha recovery. Jika vaksin ada lelebih awal mungkin lebih cepat ada recovery ekonomi. Di sana akan terlihat apakah punya kapasitas anggaran atau tidak," jelas Sekda Suyasa.

Disdikpora menurut Suyasa yang juga mantan Kepala Bappeda Buleleng ini tetap akan menganalisa pengangkatan guru kontrak daerah. "Apakah nanti bisa dijawab keseluruhan atau dilakukan bertahap setiap tahun dengan pengangkatan kontrak atau sistem surat perhitungan Orang per Jam Tatap Muka (OJTM) masih dikaji dulu analisanya," imbuh dia.

Kajian hasil analisa Disdikpora itu tetap akan diajukan Disdikpora Buleleng ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan menunggu persetujuan bupati.*k23
Sumber: Nusabali

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

Pengangkatan Guru Honorer Terganjal Anggaran

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya