0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

Rumah
Rumah - Thu, 24 Sep 2020 20:11
Dilihat: 48
Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

- Sejumlah pengembang meminta pemerintah agar memperhatikan sektor properti. Sebab, kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, yakni sekitar 3 persen.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menuturkan, rendahnya mortgage sektor properti di Tanah Air salah satunya disebabkan tidak semua konstruksi pembangunan properti masuk dalam real estat.

"Ada yang masuk dalam konstruksi dan ada yang masuk dalam sektor properti," ucap Totok, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Kamis, 24 September 2020.

Padahal, Totok melanjutkan, sektor properti berdampak terhadap 174 sektor lainnya dan 3.500-an UMKM. Dia mengilustrasikan, UMKM yang memproduksi kasur banyak pesanan karena sektor properti bergerak.

"Ini perlu perhatian pemerintah untuk membantu menggerakkan sektor properti kembali," ujar Totok.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo, yang berpendapat pemerintah harus bisa lebih menaruh perhatian terhadap industri properti. Pasalnya, ada 175 sektor industri yang memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti.

Menurut Hendro, kalau sektor properti meningkat akan berdampak langsung pada sektor yang berkaitan.

"Dengan kontribusi terhadap PDB yang masih kecil saja sektor properti nasional memiliki pengaruh yang demikian besar untuk industri ikutannya. Kami harapkan ke depan sektor ini mendapat perhatian lebih, apalagi berkaitan langsung tidak hanya dengan karyawan saja, tetapi dampaknya juga langsung bersentuhan dengan rakyat terutama kaitannya dengan perumahan," kata Hendro.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Mansury mengatakan rasio mortgage atau rasio properti terhadap PDB Indonesia merupakan paling rendah di Asia Tenggara. Indonesia cuma 3,0 persen, lebih rendah dari Filipina yang 3,8 persen, Thailand 22,3 persen, Malaysia 38,4 persen, dan Singapura 44,8 persen.

Menurut Pahala, PDB Indonesia yang sebesar 3 persen ini mengindikasikan bahwa masih banyak ruang bisnis untuk dikembangkan. Selain itu, menggambarkan perkembangan sektor perumahan Indonesia memang masih sangat tertinggal.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!


Sumber foto utama: Pixabay.com

Sumber: Rumah

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

Pengembang Tanggapi Rendahnya Kontribusi Properti Ke PDB

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya