0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

Republika Online
Republika Online - Mon, 20 Jan 2020 05:20
Dilihat: 44
Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

JAKARTA -- Organisasi-organisasi Muslim di Kerala, India berencana membatasi penggunaan pengeras suara di masjid untuk panggilan ibadah dan kegiatan religius lainnya. The Muslim Service Society (MSS) akan melakukan pertemuan antarorganisasi Muslim di Kozhikode pekan depan untuk memutuskan hal tersebut.

Sekretaris Jenderal The MMS, TK Abdul Kareem mengatakan, perwakilan dari semua kelompok religius akan mengikuti pertemuan tersebut, seperti EK Sunnis, AP Sunnis, Mujahid, Jamaat-e-Islami.

Berdasarkan MMS, niat tersebut diambil oleh Presiden Negara Kerala dari Liga Muslim Uni India, Panakkad Sayed Hyderali Shihab Thangal dan Wakil Presiden Samastha Kerala Jamiyyathul Ulama, badan tertinggi umat Islam di Kerala, serta petinggi Komite Haji negara tersebut C Muhammed Faizy.

Thangal menyatakan, ketika memimpin ibadah dan perayaan keagamaan lainnya, volume dari pengeras suara sebaiknya jangan mengganggu orang yang tidak ikut serta di dalamnya. Muhammed Faizy menyampaikan beberapa masjid di negaranya menggunakan pengeras suara yang lebih besar daripada yang sebenarnya dibutuhkan.

"Pengeras suara dengan kapasitas untuk memanggil 1.000 orang digunakan di beberapa area, di mana sebenarnya kami hanya ingin memanggil 100 orang," ujar dia, dilansir dari The New Indian Express, Ahad (19/1).

Terkait dengan agenda pertemuan tersebut, Abdul Kareem menjelaskan, hal yang akan dibahas adalah mengenai pengurangan penggunaan pengeras suara di masjid. Kini, lima hingga enam masjid di area yang kecil menyuarakan azan di waktu yang berbeda-beda, dengan jeda beberapa menit.

"Kami berencana memperkenalkan sistem rotasi azan di area tertentu. Apabila terdapat beberapa masjid di suatu area, kami akan memberikan izin satu masjid untuk melakukan panggilan ibadah dalam waktu tertentu," jelasnya.

Ia melanjutkan, azan dari masjid tertentu, mungkin masjid Sunnis, Mujahid, atau Jamaat-e-Islami harus dianggap sebagai panggilan untuk semua kelompok di area tersebut. Dengan begitu, panggilan ibadah dengan menggunakan pengeras suara dapat diminimalisasi.

Kareem juga mengatakan akan mendorong masjid-masjid menyimpulkan ceramah dan kegiatan lain di masjid sebelum pukul 22.00. Menurutnya, kegiatan-kegiatan keagamaan, terlebih yang menggunakan pengeras suara, harus disingkat sebelum pukul 22.00 untuk mengindari ketidaknyamanan terhadap orang lain.


Ia menekankan, hal tersebut merupakan rencana yang dimiliki kelompok-kelompok Muslim. Untuk keputusan akhir baru akan diambil pekan depan, saat pertemuan antarorganisasi Muslim yang tadi telah disebutkan.

Berita Terkait
  • Masjid India Biayai dan Jadi Tempat Menikah Pasangan Hindu
  • Polisi India Geledah Rumah Warga Muslim Secara Ilegal
  • TPF: Polisi Sengaja Tembak Warga Muslim
Berita Lainnya
  • Jepang Kirimkan Kapal Tempur Ke Timur Tengah
  • Gubernur Sumbar Ajak Berzikir di Malam Tahun Baru

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Kerala akan Dibatasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya