0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

Republika Online
Republika Online - Thu, 09 Apr 2020 01:39
Dilihat: 34
Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

JAKARTA -- Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengomentari terbitnya telegram yang isinya mengatur tentang instruksi bagi penyidik untuk mulai mengantisipasi kasus-kasus salah satunya kasus penghinaan kepada presiden selama situasi pandemi Covid-19. Ia berharap tidak ada satupun warga Indonesia yang kena 'ciduk' lantaran salah berucap di tengah ancaman virus Covid-19.

"Padahal hidup mereka sedang susah di era wabah corona ini. Jangan sampai sudah jatuh, tertimpa tangga pula," kata SBY seperti dikutip dalam laman resmi Facebooknya @SBYudhoyono.

Ia memahami bahwa di tengah situasi saat ini bisa memunculkan 'benturan' antara elemen masyarakat dengan pihak pemerintah. Apalagi, kalau sebelumnya sudah ada benih-benih ketidakcocokan dan ketidak-sukaan antara elemen masyarakat dan pemerintah.

"Dalam keadaan darurat dan sekaligus krisis seperti sekarang ini, sebaiknya pemerintah bisa mencegah terjadinya masalah baru. Misalnya masalah sosial, ataupun masalah politik, yang bisa mengganggu upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari wabah virus corona yang mematikan ini," ujarnya.

SBY mengimbau, agar penegak hukum mengutamakan tindakan persuasif dan pencegahan terlebih dahulu. Namun, jika tindakan persuasif dirasa sudah tidak mempan, baru dilakukan pendekatan hukum.

Selain itu mantan Ketua Umum Partai Demokrat juga memohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Menurutnya, banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, dengan sedikit kritis, tetapi justru sangat pro pemerintah.

"Amat berbahaya jika ada pihak yang menyampaikan pandangan kritisnya, dan kebetulan mereka itu pernah bertugas di pemerintahan SBY, atau sekarang tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, lantas dianggap sebagai musuh pemerintah. Sebagai musuh negara. Menurut saya, pandangan dari pihak di luar pemerintah itu tetap ada gunanya jika pemerintah sudi untuk mendengarkannya," jelasnya.

SBY sekaligus meminta masyarakat tidak terlalu cepat menuduh pemerintah tidak serius bahkan tidak berbuat apa-apa di dalam menanggulangi wabah Covid-19. SBY mengingat dulu juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu menduduki jabatan Presiden RI. Ketika itu, kata dia, Indonesia juga sedang berada dalam krisis ekonomi global.

"Saat itu saya tegang, letih, dalam suasana seperti itu, secara bertubi-tubi dan di banyak tempat saya diserang dan dihina. Di parlemen, di media massa, dan di jalanan dengan macam-macam unjuk rasa. Kata-katanya sangat kasar dan menyakitkan," ujar SBY.

SBY mengatakan beberapa kali isterinya Ani Yudhoyono menangis saat itu. Terkadang, SBY juga hampir tidak kuat dengan hinaan-hinaan yang melampaui batas yang ditujukan kepadanya. Namun, SBY berkata, sebagai nakhoda, dia harus kuat, harus tegar, dan harus sabar.

"Saya menghibur diri saya sendiri, saya dibeginikan karena saya pemimpin, karena saya presiden. Semua menjadi tanggung jawab saya, kodrat saya. Kalau saya tidak kuat dan patah di tengah jalan, justru negara akan kacau. Rakyat justru akan menderita. Karenanya saya tetap fokus pada tugas dan kewajiban saya. Saya yakin bahwa badai pasti berlalu," tutur SBY.



Berita Terkait
  • Istri Pendeta Asal Bangka Selatan Positif Covid-19
  • Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 30 April 2020
  • Hadapi Pandemi dengan Gotong Royong, Bantu Sesama Warga
Berita Lainnya
  • Tujuh WNI Sembuh Covid-19 di Singapura
  • Hukum Menggunakan Hand Sanitizer Beralkohol

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

Penghina Presiden Kala Pandemi Ditangkap, Ini Komentar SBY

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya