0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

Republika Online
Republika Online - Sat, 28 Nov 2020 11:09
Dilihat: 47
Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2014-2020, Prof M Din Syamsuddin, menjelaskan alasan dirinya tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI periode 2020-2025. Din mengatakan, dia tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI karena tidak bersedia.

"Seandainya tim formatur memasukkan maka saya tidak bersedia. Sebelum Munas MUI, saya sudah sampaikan di dalam rapat pleno terakhir Dewan Pertimbangan MUI pada 18 November 2020 bahwa saya ingin berhenti dari keaktifan MUI," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (28/11).

Din mengatakan, ia merasa sudah terlalu lama terlibat di MUI yakni selama 25 tahun sejak 1995. Pada tahun itu, dia memulai dengan menjadi sekretaris, lalu 2000 sebagai sekretaris umum, 2005-2010 sebagai wakil ketua umum, kemudian 2010-2014 juga sebagai wakil ketua umum.

Selanjutnya selama 2014-2015, Din menjabat sebagai ketua umum MUI di mana saat itu KH Ma'ruf Amin sebagai wakil ketua umum. Lalu pada 2015 hingga 2020, Din diangkat sebagai ketua Wantim MUI.

"Dalam kaitan ini saya meminta maaf kepada segenap anggota Wantim MUI yang mendukung agar saya tetap memimpin Wantim MUI. Juga saya memutuskan untuk tidak menghadiri Munas MUI dan mewakilkan kepada Wakil Ketua Wantim MUI Prof Dr KH Didin Hafiduddin untuk memberi sambutan dan menjadi formatur," ujarnya.

Hal itu dilakukan karena Din mendengar dan mengetahui ada pihak yang ingin menjadi ketua wantim MUI dan pengurus MUI. "Saya berhusnudzon mereka ingin berkhidmat di MUI, maka sebaiknya diberi kesempatan. Biarlah umat yang menilai dan Allah SWT yang mengganjari," ungkapnya.

Sebab, lanjut Din, bagi seorang pejuang khususnya pejuang Islam, perjuangan dan pengabdian untuk umat dan bangsa tidaklah terbatas dapat dilakukan hanya dalam satu lingkaran organisasi seperti MUI. Perjuangan bisa dilakukan pada berbagai lingkaran keaktifan.

"Jadi tidak masuk dalam kepengurusan suatu organisasi jangan dianggap sebagai masalah besar, begitu pula masuk dalam kepengurusan bukanlah hal istimewa," paparnya.


Berita Terkait
  • Waka Komisi VIII DPR Tanggapi Pengurus MUI Kritis Terpental
  • Ketum MUI yang Pernah Jadi Saksi Ahli Memberatkan Ahok
  • Muhammadiyah Berharap MUI Menjadi Penjaga Akhlak
Berita Lainnya
  • Forum CEO OPZ Dorong Revisi UU Zakat
  • HNW : Riau Hadirkan Hikmah Kebijaksanaan Bagi Para Pemuda

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

Penjelasan Din Syamsuddin Soal tak Masuk Kepengurusan MUI

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya