0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Republika Online
Republika Online - Mon, 28 Sep 2020 05:28
Dilihat: 44
Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

JAKARTA -- Penyintas Covid-19 Ida Susanti (43 tahun) mengaku sempat dilanda kekhawatiran karena takut menularkan ke keluarga saat isolasi mandiri di rumah. Peneliti aktif di Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemenkes) ini tinggal bersama suami, mertua, dan anak.

Mertuanya memiliki penyakit penyerta atau komorbid. "Yang pertama dalam pikiran saya, saya takut sekali menularkan ke orang-orang terutama ke keluarga saya," kata Ida dalam seminar virtual Penyintas Covid-19 Bicara yang diadakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Jakarta, Ahad (27/9).

Ida mengaku mulai merasa demam yang tidak terlalu tinggi pada 4 Agustus 2020. Dia berpikir saat itu hanya masuk angin sehingga mengonsumsi obat dari warung.

Pada hari-hari berikutnya di kantor, ada seorang rekan kerjanya yang positif Covid-19 sehingga Balitbang Kemenkes pun melakukan pelacakan kontak. Pada 8 Agustus dilakukan uji usap pada Ida dan semua pegawai yang pernah melakukan kontak dengan positif Covid-19 itu.

Ida mendapat hasil positif Covid-19. Ida dilanda kekhawatiran dan tidak ingin ada anggota keluarga yang tinggal bersama dia terkena Covid-19.

"Yang terbayang pertama kali adalah mertua yang ada di rumah dua orang punya komorbid terkait pernapasan, begitu juga suami saya," katanya lagi.

Pada 12 Agustus 2020, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Balitbang Kemenkes berkoordinasi ke dinas kesehatan di daerah Ida tinggal. Setelah itu, puskesmas setempat langsung menghubungi Ida memberikan arahan seperti vitamin yang harus diminum dan makanan yang harus dikonsumsi.

Puskesmas juga memberikan obat. Keluarga Ida juga mendapat kit pencegahan yang berisi masker, hand sanitizer dan vitamin C.

Ida ingin melindungi keluarganya agar tidak tertular COVID-19. Pada saat itu, kebijakan dinas kesehatan setempat adalah orang yang tanpa gejala (OTG) harus isolasi di rumah.

Ida hanya merasakan ada lendir kental atau mukus di belakang tenggorokan. Ida tidak merasakan gejala lain, seperti sesak, batuk, dan pilek.

"Saya berusaha untuk kalau bisa saya keluar untuk mencari tempat isolasi di rumah sakit, tetapi saat itu kebijakan dinas yang OTG harus isolasi di rumah," ujarnya.

Dia menuturkan, jika harus mencarikan tempat lain untuk bisa isolasi mandiri maka yang menjadi masalah kemudian adalah ketersediaan dana yang dibutuhkan. Misalnya, menyewa tempat karena juga tidak tahu sampai kapan harus isolasi diri.

"Jika itu terjadi pada mertua saya, suami saya, anak saya, itu jadi pikiran terus menerus kita pikirkan, sehingga itu jadi stressing tersendiri, malamnya jadi insomnia, ditambah bayangan stigma masyarakat," katanya pula.

Akhirnya, dengan dibantu keluarga, orang tua dapat mengungsi sementara, sementara yang tinggal di rumah adalah Ida, suami dan anak-anak. Ida tidur di kamar terpisah dari suami dan anak-anak. Toilet yang digunakan bersama selalu didekontaminasi.

"Selama dua minggu, saya benar-benar berada di kamar melakukan isolasi mandiri," ujarnya lagi.

Pada 17 Agustus dan 19 Agustus 2020 dilakukan uji usap di puskesmas dan hasilnya negatif. Akhirnya, Ida dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah hasil uji usap berturut-turut dua kali negatif.


Berita Terkait
  • Ada Penambahan 18 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sukabumi
  • Wisma Atlet Kostrad Cilodong Disiapkan Jadi Tempat Isolasi
  • Empiris Depok Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19
Berita Lainnya
  • Pemimpin Dunia dalam Injil dan Zabur adalah Rasulullah?
  • Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

Penyintas Covid-19 Takut Tularkan ke Keluarga Saat Isolasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya