0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 21 Oct 2020 10:10
Dilihat: 36
Taipei

Armada tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dikabarkan sudah siaga di sejumlah titik di sekitar wilayah Republik China (Taiwan). Meski disebut masih spekulasi, namun sejumlah pihak meyakini jika China akan segera melancarkan agresi ke wilayah Taiwan.

Dalam berita sebelumnya, seorang pengamat militer yang berbasis di Beijing menyatakan, pengerahan rudal hipersonik Dongfeng DF-17 tidak diperuntukkan untuk menyerang Taiwan.

Baca Juga: Gawat, China Geser Armada Besar ke Perbatasan Taiwan

Sumber yang tak disebut namanya ini meyakini, rudal DF-17 hanya akan digunakan untuk mengadang intervensi pasukan asing, dalam hal ini Amerika Serikat (AS), yang menentang ambisi China untuk mengembalikan Taiwan ke dalam wilayahnya.

Tak hanya rudal DF-17, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) juga dikabarkan telah menyiagakan sejumlah unit jet tempur siluman Chengdu J-20. Di sisi lain, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) juga meningkatkan kesiapannya dengan pengerahan pasukan Korps Marinir selain sejumlah kapal perang.

Pada akhir Agustus 2020, juga disiarkan pernyataan eks Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA), Laksamana James Winnfeld, yang meyakini jika China akan melakukan invasi sebelum Pemilu Presiden AS digelar pada 3 November 2020.

Menurut Winnfeld dalam essai yang ditulisnya dan dipublikasikan oleh US Naval Institute, salah satu strategi yang diterapkan militer China adalah menagkal intervensi AS saat serangan dilancarkan.

Oleh sebab itu, ada keterkaitan antara status siaga rudal DF-17 dengan kemungkinan intervensi AS yang datang dari Laut China Selatan.

Apa yang diutarakan Winnfeld ternyata tak sepenuhnya benar. Sebab menurut pakar militer daratan, Song Zhongping, China belum tentu melancarkan serangan sebelum Pemilu Presiden AS.

"Persiapan dan pelatihan intensif di sekitar pulau (Taiwan) membuat Angkatan Udara (PLAAF) dan Angkatan Laut (PLAN) semakin akrab dengan zona pertempuran potensial. Dan, lebih meningkatkan rencana dan taktik mereka," ucap Song dikutip VIVA Militer dari Global Times.

"Sehingga, dalam skenario perang biaya dapat diminimalkan. Tentu saja, PLA juga mempersiapkan skenario khusus terburuk, terhadap intervensi militer Amerika Serikat," katanya.

Song menyatakan Tentara Pembebasan Rakyat China terus melakukan persiapan dan latihan, yang membuat statusnya semakin akrab dengan zona perang. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan strategi efektif yang dibuat, agar bisa meminimalisasi biaya perang. Tentunya, pasukan militer China juga menyiapkan skenario terburuk jika pasukan AS datang.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: REUTERS/Ann Wang

Sumber: wartaekonomi

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya