0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

Republika Online
Republika Online - Sun, 02 Oct 2022 13:14
Dilihat: 51
Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan penanganan para korban tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jokowi meminta agar pelayanan medis kepada para korban dimonitor dengan baik.

"Saya meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan layanan terbaik," ujar Jokowi dalam keterangan persnya secara daring, Ahad (2/10).

Jokowi juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggal para korban dalam kerusuhan tersebut. Dia menyesalkan terjadinya kerusuhan yang menyebabkan banyak korban meninggal tersebut.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang Jawa Timur," ujar Jokowi.

Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, kapolri, dan ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraan. Karena itu, dia juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara liga satu sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.

"Khusus kepada kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," ujarnya.

Insiden ratusan suporter meninggal terjadi usai pertandingan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Jumlah korban meninggal sedikitnya sebanyak 129 orang. Itu pun kemungkinan masih bertambah lantaran masih banyak suporter yang dirawat di rumah sakit maupun klinik di sekitar Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ada anak-anak yang turut menjadi korban di antara suporter dewasa. Hal itu terjadi lantaran para suporter panik setelah terkena tembakan gas air mata yang dilakukan kepolisian. Mereka akhirnya berebut keluar Stadion Kanjuruhan dan saling berdesak-desakkan hingga menimbulkan korban jiwa.


Berita Terkait
  • Presiden Jokowi: Ini Terakhir, Jangan Ada Lagi Tragedi Kemanusiaan Seperti Ini
  • Tragedi Kanjuruhan, Vino G Bastian: Dunia Olahraga Indonesia Berduka
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Viral di China
Berita Lainnya
  • Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan
  • HUT TNI di Muba, Jajal Fun Bike 50 Kilometer

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

Perintah Khusus untuk Menkes dan Gubernur Khofifah terkait Tragedi Kanjuruhan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya