0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

Republika Online
Republika Online - Tue, 05 Jul 2022 22:42
Dilihat: 35
Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

JAKARTA -- Pakar hukum narkotika Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya DR Slamet Pribadi mengusulkan adanya aturan pelaksanaan berupa mekanisme rinci penggunaan ganja untuk riset dalam Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Aturan pelaksanaan ini dapat mencakup mekanisme permohonan izin pemanfaatan ganja untuk keperluan penelitian termasuk kepada siapa izin dapat diajukan pemohon.

"Jadi terkait dengan Pasal 7 dan 8 (UU Narkotika) itu belum lengkap. Jadi harus ditafsirkan kembali, diberikan aturan pelaksanaan dari pasal 7 dan 8," ujar dia saat dihubungi, Selasa (5/7/2022).

Selain itu, aturan pelaksanaan perlu juga dibarengi adanya Peraturan Menteri Kesehatan terkait regulasi pelaksanaan riset untuk tanaman ganja untuk kebutuhan medis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum lama ini menyatakan segera menerbitkan regulasi yang mengatur pelaksanaan riset untuk tanaman ganja untuk kebutuhan medis.

Dasar dari keputusan Kementerian Kesehatan untuk menerbitkan regulasi ini yakni UU No.35/2009. Pada Pasal 12 ayat 3 dan Pasal 13 tentang tata cara penyelenggaraan produksi dan/atau penggunaan dalam produksi dengan jumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diatur dengan peraturan menteri.

Slamet menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan ini. Dia mengatakan, nantinya saat aturan pelaksanaan dan Peraturan Menteri Kesehatan sudah ada, maka peneliti tak lagi perlu takut melakukan riset untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan.

"Enggak perlu takut lagi kalau benar-benar untuk kepentingan layanan medis, penelitian. It's ok," tutur dia.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. dr. (Cand) Inggrid Tania mengatakan, di Indonesia, riset tanaman ganja untuk medis hingga saat ini belum ada, karena terbentur regulasi izin. "Untuk memulai meneliti ganja medis, misalnya menggunakan tanaman asli Indnesia, tentu membutuhkan regulasi yang mengizinkan ditanamnya ganja untuk nantinya diteliti. Regulasi sekarang tidak membolehkan. Ditanam saja tidak boleh. Bisa ditangkap polisi kalau kita menanam," kata dia saat dihubungi dalam kesempatan terpisah.

Karena itu, menurut dia, saat ini dibutuhkan regulasi yang membolehkan penanaman ganja untuk penelitian. Regulasi ini harus ketat demi menghindari terbukanya ruang terjadinya penyalahgunaan tanaman ganja yang ditanam tersebut.

Tania menambahkan, bila nanti hasil penelitian ganja terbukti bermanfaat untuk medis, maka regulasi yang menempatkan ganja sebagai narkotika golongan I perlu direvisi. "Kalau mau dipakai di pelayanan kesehatan tidak boleh masuk dalam golongan I karena golongan I tidak boleh dipakai untuk pelayanan kesehatan. Jadi mesti golongan diturunkan statusnya," ujar dia.


Ganja medis. - (Republika)
Berita Terkait
  • Ganja untuk Medis Buka Peluang UU Narkotika Direvisi
  • Infografis Ganja Medis, Seberapa Perlu?
  • Pakar: Legalisasi Ganja Medis untuk Pemeliharaan Nyawa Dibolehkan
Berita Lainnya
  • Uji Kompetensi BLK Purbalingga Tingkatkan Kualitas Kerja
  • Citilink Layani Penerbangan Atlet Difabel Pesonas

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

Perlu Mekanisme Rinci Terkait Ganja untuk Riset di UU Narkotika

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya