0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 19 Aug 2019 12:20
Dilihat: 21
Jakarta

Memasuki era digital, pemimpin pasar yang semulanya perusahaan minyak, tambang, dan yang mengandalkan sumber daya alam kalah dengan perusahaan digital.

Perkembangan teknologi digital saat ini terus menjadi arus perubahan dalam segala sektor. Mulai dari sektor bisnis, saat ini startup digital tengah menjadi motor penggerak utama peradaban baru. adi.

Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo mengatakan, perusahaan digital di berbagai belahan dunia telah membuat sejarah baru dengan menggeser dominasi kapitalisasi pasar konvensional.

Baca Juga: Tak Melulu Untung, Status Unicorn Juga Bisa Jadi Ancaman untuk Startup

Startup, e-commerce, social media, hingga kecerdasan buatan telah menjelma menjadi raksasa baru dalam skala global termasuk di Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, kehadiran beberapa startup lokal yang telah menjadi unicorn memberikan dampak yang signifikan bagi roda ekonomi, dan sosial budaya.

Berdasarkan data Indonesia Digital Creative Industry Community dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di Indonesia saat ini terdapat 992 perusahaan rintisan.

Jika dilihat dari jenis bidang usahanya sebanyak 352 startup atau sebesar 35,48 persen, yakni bidang e-commerce, kemudian sebanyak 55 startup atau sebesar 5,54 persen ada di bidang game, dan sebanyak 53 startup atau sebesar 5,34 persen di bidang financial technology. Sisanya, 53,63 persen adalah bidang lainnya dengan total jumlah 532 perusahaan.

"Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki unicorn paling banyak, dengan penilaian valuasi lebih dari US$1 miliar di wilayah Asia setelah China dan India," ujarnya.

Hal ini terlihat dari total nilai valuasi unicorn yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Posisi puncak dihuni oleh Grab dari Singapura, kedua ada Gojek dari Indonesia, ketiga ada Sea dari Singapura, keempat ada Lazada dari Singapura, Kelima ada Traveloka dari Indonesia. Kemudian, keenam ada Razer dari Singapura, dan ketujuh ada Tokopedia dan Bukalapak ada diposisi kedelapan yang berasal dari Indonesia.

Baca Juga: 7 Startup Pariwisata Ini Ikuti Program Akselerasi, Mau Dorong Sektor Pariwisata Indonesia

Sementara itu, dari sisi dampak ekonomi, sumbangsih sektor digital terhadap perekonomian nasional juga tak bisa dianggap sebelah mata. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya sektor usaha yang mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia, seperti sektor informasi dan komunikasi, sektor transportasi dan pergudangan, hingga penyerapan tenaga kerja.

"Sektor Informasi dan Komunikasi masih melanjutkan tren pertumbuhan di atas 7 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menjadi indikasi peningkatan peran ekonomi digital," ujar Leonardo.

Kemudian, Sektor transportasi dan pergudangan juga tumbuh lebih dari 7 persen. Pertumbuhan yang tinggi ini salah satunya didorong pertumbuhan e-commerce dan transportasi on-demand seperti Gojek dan Grab. Selain itu, Pertumbuhan tenaga kerja sektor TIK juga meningkat pesat. Tahun 2018 meningkat 9,21 persen.

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar


Foto: KrAsia

Sumber: wartaekonomi

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya