0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 16 Jan 2020 14:43
Dilihat: 19
Jakarta

Boeing melaporkan jumlah pesanan tahunan mereka terburuk dalam beberapa dekade, terendah untuk pengiriman pesawat dalam 11 tahun terakhir. Posisinya jauh di bawah pesaing utamanya, Airbus. Laporan itu disampaikan pada Selasa (14/1/2020).

Channel News Asia, Rabu, menyebutkan, Boeing hanya menerima 54 pesanan baru pada 2019. Perusahaan yang berbasis di Chicago, AS ini mengirimkan kurang dari setengah dari jumlah pengiriman setahun sebelumnya. Kondisi ini membuat Boeing menyerahkan posisi teratas kepada Airbus, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

Klien-klien Boeing yang tidak disebutkan identitasnya membatalkan pesanan tiga pesawat 787-9, Desember lalu. Klien lainnya juga membatalkan pesanan mereka untuk pesawat 787-8.

Baca Juga: Tahta Boeing Direbut, Pembuat Pesawat Asal Eropa Ini yang Mampu Kalahkan

Sepuluh bulan setelah MAX didaratkan akibat kecelakaan fatal terkait sistem anti-stall MCAS, Boeing masih memiliki lebih dari 5.400 pesanan untuk pesawat jet komersial jarak jauh dan jarak pendek.

Berbeda dengan Airbus yang awal bulan ini berhasil memperoleh 768 pesanan tahun lalu setelah sejumlah pembatalan. Airbus sukses mengirimkan 863 pesawat.

Pengiriman pesawat Boeing turun 53 persen menjadi 380 pesawat sepanjang tahun lalu. Larangan terbang MAX membuat perusahaan ini tidak dapat mengirimkan pesawat ke klien maskapai. Alhasil, produksinya dihentikan awal bulan ini.

Perusahaan-perusahaan pembuat pesawat menerima sebagian besar pendapatan mereka ketika pesawat dikirim (dikurangi akumulasi peningkatan pembayaran). Ini yang membuat pengiriman akhir sangat penting untuk keuangan mereka.

Para analis memperkirakan Boeing telah kehilangan sekitar US$1 miliar per bulan karena masalah larangan terbang MAX. Akibatnya, hampir US$3 miliar negative cash flow pada kuartal ketiga. Angka kuartal keempat akan jatuh tempo pada Rabu (29/1/2020).

Baca Juga: Warga Iran dan Kanada Adalah Mayoritas Korban Jatuhnya Pesawat Boeing Ukraina

Perusahaan ini masih bekerja untuk memperbaiki MAX. Belum jelas kapan akan mendapat lampu hijau dari regulator untuk menerbangkan MAX kembali. Kondisi ini membuat para analis dan investor gelisah melihat prospeknya di 2020.

Industri penerbangan melihat perlambatan dalam pesanan pesawat dikarenakan adanya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi yang berlangsung lama serta perlambatan ekonomi global di tengah perang dagang AS-China.

Penulis: Lili Lestari

Editor: Rosmayanti


Foto: Reuters/Jason Redmond

Sumber: wartaekonomi

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

Pesanan Pesawat Boeing Merosot ke Level Terendah, Jauh di Bawah Airbus

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya