0
Thumbs Up
Thumbs Down

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Republika Online
Republika Online - Sun, 05 Jul 2020 05:55
Dilihat: 45
Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

WASHINGTON -- Petinggi Badan Amerika Serikat untuk Pengembangan Internasional (USAID) Mark Kevin Lloyd tengah disorot akibat unggahan media sosial yang sensitif. Akibat unggahan itu, banyak pihak mendesak USAID mencopot Lloyd dari jabatannya.

Seruan tersebut datang dari dua kelompok hak asasi Muslim, Advokat Muslim dan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). Kedua organisasi mempermasalahkan Lloyd yang pernah membuat komentar anti-Islam di media sosial pada 2016.

Komentar itu ditulis Lloyd ketika menjabat sebagai direktur kampanye lapangan untuk Donald Trump di Virginia. Unggahan yang telah dihapus menyebut Islam sebagai 'kultus barbar' dan 'memuat kekerasan dalam doktrin dan praktiknya'.

Dia juga berbagi meme di Facebook yang gambarnya menunjukkan orang-orang dipaksa makan daging babi sebelum membeli senjata. Meme itu bertuliskan "mereka yang mengerti Islam tentang apa yang sedang dipersiapkan untuk peperangan".

Dengan rekam jejak tersebut, pekan ini Lloyd malah mendapat posisi baru di USAID sebagai penasihat kebebasan beragama. Penasihat khusus untuk fanatisme anti-Muslim di Advokat Muslim, Madihha Ahussain, menganggap penunjukan itu sebagai sebuah lelucon kejam.

"Seseorang yang mengutarakan kebencian dan retorika berbahaya semacam ini seharusnya tidak memiliki tempat di pemerintahan kita dan tentunya tidak boleh menjadi penasihat sebuah agen federal tentang kebebasan beragama," kata Ahussain.

Direktur urusan pemerintahan CAIR, Robert McCaw, turut mendesak pencopotan Lloyd karena pandangan anti-Muslim yang sudah diakui secara terbuka. Menurut McCaw, Lloyd jelas tidak layak untuk melayani masyarakat multi-agama yang beragam.

"Tidak ada ruang dalam posisi pemerintah mana pun - apalagi posisi yang dimaksudkan untuk melindungi kebebasan beragama - bagi mereka yang mempromosikan kefanatikan," ungkapnya, dikutip dari laman Middle East Eye.

Pejabat USAID mengatakan kepada Washington Post bahwa Lloyd direkrut oleh John Barsa dari Gedung Putih tanpa berkonsultasi dengan Departemen Luar Negeri. Keputusan menunjuk dirinya sudah dibuat sejak bulan lalu.

Post juga melaporkan bahwa juru bicara dari USAID melontarkan pembelaan lewat media sosial. "Komentar yang dia (Lloyd) buat empat tahun lalu mengacu pada Islam radikal, bukan Islam," kata juru bicara itu.


Sumber:

https://www.middleeasteye.net/news/rights-groups-call-usaid-fire-new-religious-advisor-over-anti-muslim-views

Berita Terkait
  • Pria Malaysia Didenda Rp 20 Juta Akibat Hina Islam
  • Muslimah-Muslimah Inspiratif Dunia dalam Buku Dokter Inggris
  • Parpol Denmark Desak Larangan Panggilan Ibadah
Berita Lainnya
  • Kairo Tutup Masjid yang Gagal Patuhi Aturan Cegah Covid-19
  • Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

Petinggi USAID Disorot Karena Unggahan Sensitif

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya