0
Thumbs Up
Thumbs Down

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

okezone
okezone - Mon, 17 Jun 2019 17:27
Dilihat: 24

PEKANBARU - Memasuki hari keenam, proses relokasi gajah dari pemukiman di Kabupaten Inhu, Riau menuju Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) belum membuahkan hasil. Salah satu kendala yang dihadapi tim adalah adanya reaksi berlebihan dari masyarakat.

Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar menjelaskan, saat ini timnya memfokuskan upaya relokasi terhadap empat ekor gajah di Kecamatan Peranap. Kendala yang dihadapi tim adalah sikap warga yang tidak mau mendengarkan permintaan petugas.

"Upaya penggiringan gajah dari pemukiman masih terus kita lakukan. Kendala yang kita hadapi di lapangan adalah banyaknya warga yang menghidupkan bunyi-bunyian yang membuat gajah liar itu kebingungan," ucap Andri Hansen Siregar kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

(Baca juga: Kawanan Gajah Berkeliaran di Pemukiman Warga dan Pasar)

Warga yang membunyikan petasan, meriam bambu oleh warga untuk menghalau gajah masuk perkebunan sawit atau karet warga. Padahal tim seperti TNI, Polri BBKSDA tokoh masyarakat, LSM lingkungan sudah melakukan sosialisasi.

"Warga beralasan membunyikan suara agar gajah tidak masuk ke kebun. Padahal kita sudah mengimbau jangan beraktifitas di kebun dulu. Percayakan relokasi gajah ke petugas," ucap Hansen.

Sementara itu, kendala lain yang dihadapi petugas gabungan adalah lokasi gajah saat ini cukup jauh dan medan yang sulit di jangkau. Walau sudah mengalami sedikit kemajuan, namun gajah masih berkutat di pemukiman padat penduduk.

"Kita sudah berhasil menggiring gajah dari Desa Baturijal bagian hilir ke hulu. Namun posisi gajah berada di daerah sulit dijangkau yakni kebun warga yang masih banyak hutannya atau kebun yang banyak belukarnya," imbuhnya.

Untuk upaya relokasi dua ekor gajah di Kecapatan Kelayang, BBKSDA belum dilakukan tindakan. Hal itu karena tim masih berkonsentrasi melakukan relokasi di daerah Peranap. Andri menjelaskan bahwa gajah yang di Peranap dan Kelayang masih satu keluarga.

"Kalau gajah yang di Kelayang merupakan gajah hampir dewasa. Dua ekor gajah ini sangat agresif karena sedang mencari jati diri. Kita tidak bisa mempersatukan gajah yang di Peranap dengan di Kelayang karena harus melewati kawasan padat penduduk," pungkasnya.


Sumber: okezone

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri