0
Thumbs Up
Thumbs Down

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 18 Oct 2020 06:06
Dilihat: 37
Jakarta

Prancis akan bersikap tegas usai seorang guru terbunuh di jalan di pinggiran kota Paris pada Jumat, usai menunjukkankartun Nabi Muhammadkepada murid-muridnya. Demikian disampaikan Perdana Menteri Jean Castex pada Sabtu.

"Melalui salah satu pembelanya, Republik inilah yang telah ditikam jantungnya oleh terorisme Islamis," kata Castex melalui cuitan diTwitter.

"Dalam solidaritas dengan para guru, Negara akan bereaksi dengan ketegasan terkuat agar Republik dan warganya hidup, bebas! Kita tidak akan pernah menyerah. Tidak akan pernah."

Baca Juga: Charlie Hebdo Bikin Karikatur Nabi, Adakah Penyesalan?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis dibunuh di dekat sekolah di mana di awal bulan usai dia memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

"Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam," kata pejabat Prancis pada hari Jumat (16/10).

Penyerang ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di daerah pemukiman di pinggiran barat laut Paris.

"Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan di lokasi serangan itu.

Baca Juga: Geger Kartun Nabi Muhammad, Puluhan Ribu Orang di Pakistan Protes

"Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris Islam," kata Macron. "Mereka tidak akan menang ... Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat. Anda dapat mengandalkan tekad saya."

Insiden tersebut menggemakan serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad. Penerbitan karikatur Nabi Muhammad itu menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.

Kurang dari sebulan yang lalu, seorang pria asal Pakistan menggunakan pisau daging untuk menyerang dan melukai dua orang yang sedang merokok di luar kantor tempat Charlie Hebdo bermarkas pada saat serangan 2015.

Prancis selama beberapa tahun terakhir mengalami serangkaian serangan kekerasan kelompok militan, termasuk pembunuhan Charlie Hebdo 2015, dan pemboman serta penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan lokasi-lokasi di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang itu.

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani


Foto: Unsplash/Alice Triquet

Sumber: wartaekonomi

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

PM Prancis Merasa Negaranya Ditikam Oleh Terorisme Islamis

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya