0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

inilahcom
inilahcom - Fri, 14 Jun 2019 21:03
Dilihat: 51
Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

Jakarta - Polisi menangkap seorang pria di Depok, Jawa Barat karena menyebarkan hoax dengan menyebut 'Kasus Kivlan Zein Direkayasa'. Pria itu membuat hoax dengan menampilkan percayakan seolah-olah antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Sebuah percakapan pada aplikasi WhatsApp antara dua pejabat negara yang membahas tentang Bapak Kivlan Zen yang dihubungkan dengan sebuah video pengakuan dari tersangka. Kemudian video tersebut dipolitisir bahwa seolah-olah kemudian dibahas oleh 2 pejabat negara ini yang terkait dengan skenario apa yang dilakukan dalam konteks siaran di dalam video tersebut," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Pria itu berinisial YM (32) ditangkap pada Jumat (14/6) tengah malam tadi. Adapun bunyi hoax percakapan itu seakan-akan Tito Karnavian mengirim pesan WA kepada Luhut yang berbunyi, "atas instruksi abang, kami sudah buat bang, agar rakyat percaya bahwa yang melakukan tindakan makar si Kivlan dll. Untuk itu si Iwan kami bayar lebih". Luhut seolah membalas pesan Tito, "Ok To, terimakasih, salam 01".

YM saat ditanyai polisi mengaku mendapati capture-an obrolan hoax itu dari sebuah group WA. YM bahkan tak tahu apakah percakapan itu benar atau tidak, namun ia keburu untuk menyebarkannya.

"Dia sendiri enggak tahu itu benar apa enggak. Tapi dia menyebarkan. Kami tangkap karena perbuatan tersangka dapat menimbulkan kegaduhan," ujar Ricky.

YM disebut sebagai pendukung militan salah satu pasangan calon. YM mengaku menyebarkan informasi hoax itu ke 10 group WA di akun WhatsApp-nya.

"Jadi yang bersangkutan ini bagian dari pada salah satu pasangan calon. Sampai sekarang ini dia hanya menyebarkan ke WhatsApp group saja 10 WhatsApp group," jelas Ricky.

YM dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

"Ancaman hukuman pidana paling lama 4 tahun dan denda, dan atau denda paling banyak Rp 750 juta," terang Ricky. [adc]

Sumber: inilahcom

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

Polisi Amankan Penyebar Hoax Percakapan Tito-Luhut

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya