0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

Nusabali
Nusabali - Thu, 16 Jan 2020 06:12
Dilihat: 131
Polisi Masih Dalami Motif  Dokter Bunuh DiriDENPASAR,
Pasca kematian tragis yang menimpa dr Ida Ayu Tri Wedari, 29, dengan cara gantung diri di kamar 529 Hotel Ibis Styles, Jalan Teuku Umar Barat Nomor 183 motifnya masih didalami polisi. Meski ada dugaan peristiwa itu berkaitan dengan masalah rumah tangga, namun polisi belum bisa memastikannya.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan dikonfirmasi, pada Rabu (15/1) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun satu hal yang pasti kata dia, bahwa korban tewas adalah akibat jeratan kain pada leher korban yang digunakan untuk gantung diri di kamar hotel tersebut. "Terkait peristiwa itu kami masih melakukan penyelidikan. Tentunya kami harus memeriksa banyak orang. Sementara saat ini keluarga korban masih dalam suasana duka. Yang pasti korban meninggal dunia karena gantung diri, bukan karena dipukul atau cara kekerasan lainnya," ujar Kombes Ruddi.

Sementara itu, pasca ada tamu yang bunuh diri, pihak Hotel Ibis Styles saat dimintai keterangannya Rabu siang kemarin, enggan memberikan komentar. Terkait kasus itu pihak hotel menyerahkannya kepada polisi untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dari kejadian itu. "Mohon maaf pak, terkait kejadian itu sudah ditangani pihak kepolisian. Kami di sini tidak bisa memberikan keterangan terkait kejadian itu. Soal kejadian itu memang benar terjadi di sini, tapi saya tidak tahu bagaiman kronologisnya apalgi motifnya," tutur salah seorang pegawai hotel saat ditemui kemarin.

Sementara itu, dr Ida Ayu Tri Wedari hingga akhir hayatnya diketahui sedang menempuh pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana. Sebelum meninggal dengan cara ulahpati, Ida Ayu TW sedang menjalani pendidikan semester V. Selama ini dia dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan ceria.

Koordinator Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud, dr I Nyoman Wiryawan, SpJP mengaku tidak terlalu dekat secara personal dengan almarhum. Namun dari beberapa kali pertemuan, dia melihat Ida Ayu TW sosok yang cerdas. Buktinya, dia bisa lolos tes masuk spesialis tahun 2017 dan diterima tahun 2018. Berdasarkan data, ada empat orang termasuk alamrhum yang seangkatan di pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah tahun 2018. Ida Ayu TW menjadi satu-satunya perempuan di angkatan tersebut. "Untuk menjadi dokter saja saya pastikan orang itu cerdas. Apalagi menjadi dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Bagi pria saja berat untuk menjalani pendidikannya, apalagi perempuan. Jadi saya yakin dokter ini cerdas dan kuat," ucapnya. Sementara dari pengakuan beberapa staf di Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud, almarhumah dikenal sebagai dokter yang ceria dan suka bercanda. *ind, pol
Sumber: Nusabali

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

Polisi Masih Dalami Motif Dokter Bunuh Diri

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya