0
Thumbs Up
Thumbs Down

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

INFOJAMBI
INFOJAMBI - Sat, 10 Apr 2021 15:27
Dilihat: 62
Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

LAPORAN : BS || PUBLISHER : PM
- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri sudah saatnya membentuk CTAP atau Counter Terrorism Action Plan. CTAP ini sudah diterapkan pemerintah Selandia Baru. Hasilnya mampu mendorong seluruh institusi sosial dan politik untuk saling terhubung dalam visi pencegahan dan penaggulangan terorisme.

" Dalam waktu 24 jam pasca penembakan, Pemerintahan Selandia Baru melakukan reaksi cepat terhadap korban dengan merawat korban cidera, mengunjungi keluarga korban meninggal dunia, hingga mengunjungi dan membentuk rapat antar para pemuka agama di Selandia Baru." Ujar Kompol
Malvino Edward Yusticia, Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg Ke- 61 TA 2021 di Jakarta, Sabtu ( 10/4/2021)

Menurut Mantan Kanit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya belajar dari pengalaman Selandia Baru, maka kunci dari penanggulangan terorisme adalah kecepatan dan ketepatan strategi.
""Ketepatan strategi dalam CTAP diantaranya pelibatan akademisi dari Universitas dalam memformulasikan, mengimplementasikan, hingga mengevaluasi program yang dilaksanakan, " lanjut Alumnus Master of Strategic Studies Victoria University of Wellington, New Zealand tersebut.

Malvino berpendapat Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak terjadinya dua peristiwa teror pada Maret dan April lalu, seharusnya juga membentuk reaksi dan strategi tepat sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi kembali di kemudian hari.

"Reaksi tersebut harusnya dapat dimulai dengan mengevaluasi seluruh program, kebijakan, dan strategi yang telah dilaksanakan dalam penanggulangan terorisme, " ujarnya.

Dengan evaluasi tersebut, maka pembentukan strategi baru penanggulangan terorisme dapat diformulasikan kembali sehingga strategi nasional dalam penanggulangan terorisme dapat berlangsung lebih komprehensif, tepat sasaran, dan terintegrasi.

"Hal itu juga sebagaimana CTAP yang diimplementasikan di Selandia Baru, saat ini telah berhasil membawa banyak perubahan, " ujarnya.

Seperti diketahui Indonesia kembali diguncang aksi teror,
ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) dan di Mabes Polri Jakarta pada Rabu (31/3/2021) lalu, mengingatkan peristiwa terorisme di Selandia Baru pada 15 Maret tahun 2019 lalu.


Serangan teror warganegara Australia, Brenton Tarrant (28 tahun), mengakibatkan 51 orang Jamaah Sholat Juma'at di Masjid Al-Noor di wilayah Ricarton, Selandia Baru, meninggal dunia dan 40 orang mengalami cedera luka-luka setelah diberondong tembakan oleh Brenton.

Sumber: INFOJAMBI

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

Polri dan BNPT Bisa Belajar dari

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya