0
Thumbs Up
Thumbs Down

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

Republika Online
Republika Online - Thu, 26 Mar 2020 18:13
Dilihat: 21
Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

JAKARTA -- Imbauan work from home sepertinya tidak berjalan dengan baik. Hal ini setidaknya berimbas dari terus meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia. Hingga Rabu (25/3) sore WIB ada penambahan 103 pasien, dengan total ada 893 kasus Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, di DKI Jakarta ada penambahan 53 pasien dalam 24 jam terakhir. Sedangkan, di Sulawesi Selatan jumlah kasusnya bertambah 14 pasien.

"Imbauan dari pemerintah untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah tidak menjadi kewajiban bagi warga sehingga masih banyak yg beraktivitas d luar, tidak hanya pekerja dgn upah harian namun juga pekerja perkantoran dan pertokoan tetap masuk kerja sehingga imbauan WFH tidak berjalan maksimal," keluh anggota DPR RI Ahmad Baidowi
saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (26/3)

Menurut Baidowi, angkutan umum seperti KRL, bus umum, angkot masih penuh sesak penumpang. Padahal, sarana umum tersebut merupakan favorit penyebaran covid-19. Termasuk SE Kapolri yang melarang warga berkumpul hanya efektif di daerah-daerah tertentu. Sementara di sejumlah daerah tetap menggelar kegiatan rutin seperti arisan, dan lain sebagainya.

"Mengingat pelaksanaan imbauan tersebut tidak maksimal, sudah saatnya pemerintah meningkatkan tensi ke yang lebih berat yakni sifatnya wajib dan bagi yang melanggar dikenai sanksi pidana/denda," tegas Baidowi.

Oleh karena itu, Baidowi menegaskan, penerapan UU 6/2018 tentang Karantina Kesehatan sudah mulai diterapkan, mengingat kondisi saat ini sudah sangat menprihatinkan. Penyebaran virus sangat massif sementara interaksi sosial masih terjadi. "Maka pemerintah sudah bisa mmpertimbangkan opsi karantina (lockdown) untuk kota-kota besar yang penyebaran covid-19 sangat sporadis khususnya DKI Jakarta," usul Baidowi.

Karantina secara ketat, lanjut Baidowi, bisa dilakukan per wilayah secara bertahap tidak perlu semua wilayah NKRI sekaligus sambil menunggu perkembangan. Pasal 49 ayat 3 UU 6/2018 menyebutkan, bahwa karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar ditetapkan oleh menteri. Maka menteri yang ditunjuk bisa mengambil kebijakan karantina.

"Jika pelaksanaan UU 6/2018 terkendala belum ada PP, itu hanya soal teknis yang mana bisa dikebut penyusunannaya. RUU Cipta Kerja yang menganut konsep Omnibus Law setebal lebih 1.000 halaman saja bisa disusun apalagi cuma PP," ungkapnya.

Selanjutnya, jika opsi karantina wilayah diambil, maka pemerintah pusat dan pemda harus bersinergi tidak saling menyalahkan dan mempersiapkan langkah-langkah secara matang, seperti ketersediaan bahan pangan bagi warga yang tidak boleh beraktivitas d luar. Tentu akan efektif apabila dibarengi dengan penegakan hukum yang ketat. Keselamatan manusia harus diutamakan.


Berita Terkait
  • Jakarta Barat Mencatat 88 Kasus Positif Covid-19 Per Rabu
  • ITB Buat 200 Liter Handsanitizer Bagi Rumah Sakit
  • Banyak Warga Pulang Kampung, Jubir: Yang Penting Jaga Jarak
Berita Lainnya
  • Krisis Covid-19 Bisa Buat Timo Werner Bertahan di Leipzig
  • Tiga Dosa Besar 'Terakhir'

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

Positif Corona Kian Massif, Pemerintah Diminta Lebih Tegas

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya