0
Thumbs Up
Thumbs Down

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

Republika Online
Republika Online - Tue, 10 Dec 2019 23:25
Dilihat: 39
Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

TRENGGALEK- Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mendukung pengembangan ekonomi pesantren berbasis "One Pesantren One Product".

"Memang perlu ada penguatan ekonomi pesantren," kata Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardini Mochamad saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Selasa (12/10).

Dia menyatakan sangat mendukung upaya penguatan ekonomi pesantren yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program "One Pesantren, One Produk".

Menurutnya, penguatan ekonomi pesantren sangat perlu karena masih banyak dijumpai pondok pesantren, namun mereka sulit menghidupi pesantrennya.

Hal inilah yang melatarbelakangi kenapa Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat program OPOP dengan harapan ekonomi di pesantren dapat bergerak.

Dia berharap, ke depan tidak ditemui lagi pesantren sulit membiayai pesantrennya, santri bingung pekerjaan ketika sudah keluar pesantren.

Sebagai Ketua Dekranasda, Novita, merasa terpanggil untuk ikut membantu pesantren untuk bisa berkarya dan berdikari sendiri dengan OPOP, dalam satu pesantren minimal harus ada satu produknya.

"Ada kurikulum UMKM dalam pesantren dan pesantren ini juga memproduksi air mineral sendiri yang pemasarannya sudah cukup luas serta memproduksi kapal. Para santrinya yang mengerjakan, santri-santri ini dididik untuk membuat kapal," kata dia.

Pemkab Trenggalek tengah mengupayakan pemberdayaan ekonomi seluruh masyarakat di Kabupaten Trenggalek yang dimulai dari pesantren-pesantren, sehingga pesantren bisa berdaya secara ekonomi. "Saya juga menekankan mengenai hakikat pesantren, para ulama merupakan warisan para Nabi," ucap Novita.

Pernyataan itu disampaikan Novita, berkaca pada sejarah dan riwayat Nabi Muhammad yang berlatar pedagang.

"Jadi tidak salah bila kita mulai menumbuhkan kembali hal tersebut di pondok pesantren, sehingga para santri tidak lagi menutup mata ilmu di luar agama. Ilmu kehidupan seperti ekonomi juga penting bagi santri untuk mengarungi kehidupan," katanya.

Beruntung saat ini Trenggalek sudah ada program Rumah Perempuan yang di dalamnya juga ada bantuan modal untuk memulai sebuah usaha dibarengi dengan OPOP yang digeliatkan oleh Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa.


Berita Terkait
  • Staf Khusus Presiden Optimistis Pesantren Hidupkan Ekonomi
  • Pesantren di Lebak tidak Ditemukan Terpapar Radikalisme
  • 3 Ciri Khas Sebagai Kekuatan Pesantren di Tanah Air
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

Praktisi UMKM Trenggalek Apresiasi Program OPOP Jatim

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya