0
Thumbs Up
Thumbs Down

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

Republika Online
Republika Online - Wed, 18 Nov 2020 12:28
Dilihat: 39
Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

JAKARTA -- Pemerintah mulai menyiapkan infrastruktur vaksinasi Covid-19 yang targetnya bisa dimulai akhir tahun 2020 atau awal 2021 mendatang. Bahkan simulasi vaksinasi sudah dilakukan di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Selasa (18/11) yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut, presiden menyebutkan pihak-pihak yang akan menjadi prioritas vaksinasi nantinya. Prioritas pertama diberikan kepada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di garis depan, termasuk dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya.

"Itu yang diberikan prioritas. Plus, TNI dan Polri. Kemudian nanti baru ASN untuk pelayanan-pelayanan publik yang ada di depan, guru, dan kemudian tentu saja kita semua," ujar Presiden Jokowi usai meninjau simulasi vaksikasi, Selasa (18/11).

Kemudian muncul pertanyaan menarik. Kalau pelayanan publik masuk ke dalam kelompok prioritas vaksinasi, lantas kapan Presiden Jokowi dapat giliran divaksin? Ternyata Jokowi punya jawaban sendiri.

"Kalau ada yang bertanya, presiden nanti di depan atau di belakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan, ya saya siap," katanya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan produk vaksin yang dipesan dari luar negeri bisa tiba akhir November. Namun dengan situasi yang berkembang saat ini, Presiden Jokowi menyebut vaksinasi bisa mundur ke Desember nanti. Dengan demikian, vaksinasi secara massal baru bisa dilakukan akhir 2020 atau awal 2021.

Mengenai produk vaksin apa yang akan dipesan Indonesia, Jokowi menekankan bahwa apapun pabrikan farmasi yang memproduksi, yang terpenting harus masuk dalam daftar rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin yang dipesan pun tidak lantas tiba dan bisa langsung disuntikkan ke masyarakat.

Jokowi menjelaskan, produk vaksin yang dipesan nanti harus mendapat otoritsasi penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah izin dari BPOM keluar, barulah produk vaksin bisa digunakan secara massal.

Namun pemerintah masih punya pekerjaan rumah lain. Jokowi menyebutkan, distribusi vaksin perlu penanganan khusus terutama penyediaan cold chain atau rantai dingin yang memadai ke seluruh daerah. Apalagi, setiap produk vaksin memiliki standardisasi suhu berbeda-beda untuk disimpan.

"Setiap vaksin dari produk yang berbeda memerlukan model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapat vaksin, dan vaksinnya juga tidak rusak," kata Jokowi.


Berita Terkait
  • Terawan: Vaksinasi Covid-19 di RI Mendapat Sorotan Dunia
  • Apa Keunggulan Vaksin Moderna Dibanding BioNTech?
  • Jokowi Jamin RI Beli Vaksin yang Terdaftar di WHO
Berita Lainnya
  • Kemenpora Bahas Topik Strategis dengan KPK
  • Oliver Giroud Difavoritkan Pindah ke West Ham United

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Kapan Divaksin? Ini Jawaban Jokowi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya