0
Thumbs Up
Thumbs Down

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

Republika Online
Republika Online - Fri, 30 Jul 2021 22:12
Dilihat: 43
Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

JAKARTA -- Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah daerah (Pemda) segera membayarkan dan menyalurkan insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang berjuang dalam penanganan pandemi Covid-19. Puan menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak segera membayarkan insentif Nakes.

"Segera bayarkan insentif untuk nakes yang merupakan ujung tombak sekaligus pihak paling berisiko terpapar dalam penanganan Covid-19," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/7).

Puan mengaku prihatin dengan data pencairan insentif nakes di daerah yang timpang dibandingkan realisasi tahun lalu. Puan menyoroti sejumlah laporan tentang insentif yang tidak kunjung diterima nakes dan ada juga laporan terkait potongan atas penerimaan insentif tersebut, pengalihan peruntukan, hingga besaran insentif yang menjadi pertanyaan nakes.

"Nakes bertaruh nyawa, mereka menjadi sandaran bagi keluarga dan rakyat yang terpapar Covid-19. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak segera memberikan insentif yang merupakan hak mereka," ujarnya.

Menurutnya, insentif nakes daerah bersumber dari biaya operasi kesehatan (BOK) serta Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH), yang disalurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dibandingkan pada 2020, realisasi pencairan insentif nakes hingga 20 Juli 2021 disebut masih sangat minim.

Puan menyebutkan data Kementerian Keuangan yang disebutkan bahwa pada 2020 ada 848.885 nakes menerima insentif terkait penanganan Covid-19. Namun, pada 2021, insentif tersebut baru diterima oleh 50.849 nakes dengan nominal Rp245,01 miliar dari BOK, dan insentif dari DAU/DBH baru tersalurkan ke 23.991 nakes dengan nominal Rp1,79 triliun dari alokasi Rp8,1 triliun hingga 20 Juli 2021.

"Itu timpang sekali. Pemerintah daerah harus lebih gesit dan peduli lagi menyelesaikan persoalan pencairan insentif untuk nakes," katanya.

Selain itu Puan mengapresiasi langkah Menteri Dalam Negeri yang menegur langsung para kepala daerah yang dinilai tidak optimal menggunakan kebijakan realokasi anggaran termasuk untuk insentif nakes. Dia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunggu teguran agar optimal melaksanakan mandat realokasi anggaran karena seharusnya kebijakan tersebut berpijak pada hati, melihat kondisi rakyat dan nakes yang berhadapan langsung dengan pandemi Covid-19.

"Jangan tunggu ditegur baru ada perbaikan realisasi pencairan anggaran termasuk untuk insentif nakes ini," ujarnya.


Berita Terkait
  • MAKI Temukan Dugaan Pemotongan Insentif Nakes Serang
  • Indramayu Sudah Cairkan Rp 7,29 Miliar Insentif Nakes
  • Bekasi Cairkan Insentif untuk Tenaga Kesehatan Rp 5,7 miliar
Berita Lainnya
  • Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes
  • Polisi Tangkap Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

Puan: Tidak Ada Alasan tak Segera Berikan Insentif Nakes

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya