0
Thumbs Up
Thumbs Down

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 22 Jan 2020 20:08
Dilihat: 25
Jakarta

Kementerian PUPR meminta masyarakat untuk aktif dalam pelaksanaan program bedah rumah. Mereka diharapkan dapat melaporkan kepada kepala desa setempat jika terdapat rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar lingkungannya agar bisa diusulkan untuk mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Kalau ada rumah tidak layak huni di sekitar tempat tinggal, tolong segera laporkan ke RT agar diusulkan ke pemda untuk mendapat bantuan bedah rumah," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di sela-sela pemasangan peneng program BSPS di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) lalu.

Lebih lanjut menurut dia, pelaksanaan program bedah rumah diyakini dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah yang layak huni. Pasalnya, masyarakat yang mampu secara ekonomi diharapkan juga membantu warga yang bertempat tinggal di rumah tidak layak huni.

Baca Juga: 10 Tahun Berjalan, Jaringan Gas Telah Distribusi 400 Ribu Lebih Sambungan Rumah

Selain itu, bantuan stimulan yang diberikan Kementerian PUPR, ditambah dengan bantuan dana maupun tenaga dari sanak saudara, anak serta tetangga sekitar, juga bermanfaat untuk mempercepat proses pembangunannya.

Dia menambahkan, pemerintah juga berharap sektor swasta bisa ikut berpartisipasi dalam program bedah rumah tidak layak huni melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Ia juga berujar, pemda juga bisa mengirimkan data RTLH-nya ke Kementerian PUPR.

"Hampir setiap hari saya menerima audiensi kepala daerah yang ingin mengetahui dan memanfaatkan program BSPS. Kami siap melayani jika ada pemda yang membutuhkan informasi tentang bedah rumah," tuturnya.

Baca Juga: Survei PUPR 44 Titik Tanggul Jebol, Anies: Tanggul DKI Cuma Retak

Khalawi menjelaskan jika dihitung dengan biaya pembangunan rumah di lapangan tentunya bantuan bedah rumah program BSPS sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatan kualitas dan Rp35 untuk pembangunan baru tidaklah cukup.

Akan tetapi, di lapangan ternyata banyak bantuan yang datang ke penerima bantuan program BSPS dalam bentuk bahan material, dana, hingga tenaga juga datang.

"Kalau dipikir, bantuan Rp17,5 juta kan enggak cukup buat bangun rumah. Ternyata di lapangan banyak rumah yang dibedah, yang jika ditotal biayanya bisa puluhan juta," pungkasnya.

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti


Foto: Unsplash/Blake Wheeler

Sumber: wartaekonomi

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

PUPR Senggol Swasta untuk Aktif dalam Program Bedah Rumah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya