0
Thumbs Up
Thumbs Down

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

Republika Online
Republika Online - Sun, 11 Apr 2021 02:25
Dilihat: 41
RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

JAKARTA -- Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Tahun 2020-2024 dinilai merupakan iktikad pemerintah dalam menangani terorisme. Menurut Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputro, RAN PE merupakan kebijakan yang berupaya mengoordinasikan antarpemangku kepentingan di Indonesia untuk memerangi terorisme.

Ardi mengatakan, strategi pemberantasan terorisme di Indonesia sebelumnya tidak terkoordinasi dengan baik. Karena itu, RAN PE hadir untuk memperbaikinya. "Memang sebelumnya tidak ada koordinasi yang baik. RAN PE ini lahir untuk menjembatani atau menginstitusionalisasi," kata dia dalam seminar bertajuk "Indonesia di Tengah Tantangan Terorisme" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (10/4).

Di forum yang sama, Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpendapat perlunya pelibatan masyarakat dalam penanganan terorisme di Indonesia. Bahkan, jika perlu dimasukkan sebagai materi wajib sekolah.

"Jalan panjang terorisme ini menjadi PR buat kita semua, bukan saja terorisme ini ditangani oleh polisi, TNI maupun Presiden," kata Adi.

Hal senada disampaikan Dosen President University Muhammad AS Hikam. Selain masyarakat sipil, menurut dia, keterlibatan kelompok tokoh agama juga tak kalah penting. Karena dengan peran mereka, setidaknya masyarakat bisa tercerahkan pemahamannya dan dibimbing secara spiritual dengan baik.

"Peran deradikalisasi dengan keterlibatan kelompok agama sangatlah penting, bukan hanya kelompok agama tertentu tetapi semua kelompok agama harus terlibat dalam peran deradikalisasi, karena mereka ini bisa masuk kemana saja dengan berbagai macam cara," jelasnya.

Sementara itu, pengamat terorisme Noor Huda Ismail lebih menekankan pada penerapan RAN PE. Ia berharap agar regulasi tersebut tidak dijadikan sebagai alat politik yang justru dapat melahirkan musuh baru.

"Tantangan implementasi RAN PE yakni ego sektoral dan dalam implementasi antarlembaga negara, sehingga RAN PE tidak mejadi alat politik kepentingan yang melahirkan musuh baru," katanya.


Berita Terkait
  • Menangkal Terorisme Lewat Gurindam 12
  • Kaum Milenial Didorong Perkuat Nasionalisme dan Toleransi
  • Pemimpin Ikhwanul Muslimin Dihukum Penjara Seumur Hidup
Berita Lainnya
  • Ruang Perawatan RSUD Mardi Waluyo Blitar Rusak Akibat Gempa
  • Pfizer Upayakan Vaksinnya Digunakan Kalangan Anak di AS

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

RAN PE Koordinasikan Strategi Tangani Terorisme

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya