0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 18 Sep 2020 12:12
Dilihat: 40
Berlin

Seorang wanita di Jerman meninggal di Rumah Sakit Universitas Duesseldorf akibat sistem komputer rumah sakit tersebut terserang ransoware. Kasus itu merupakan kali pertama akibat komputer rumah sakit diserang ransomware yang membekukan sistem.

Dilansir The Verge, Jumat (18/9/2020), rumah sakit menyatakan tidak dapat menerima pasien darurat tersebut karena serangan ransomware.

Baca Juga: Jerman: Islam Indonesia Mampu Kikis Islamofobia

Alhasil, wanita tersebut dikirim ke fasilitas perawatan kesehatan yang jauhnya sekitar 20 mil dari rumah sakit, seperti dilaporkan Associated Press.

Untuk diketahui, ransomware adalah sejenis malware atau perangkat lunak yang berbahaya bagi komputer. Ransomware mampu mengambil alih kendali sebuah komputer sehingga penggunanya tak bisa mengakses data.

Pengguna dapat kembali menggunakan komputernya jika telah membayar tebusan yang diminta dalam serangan tersebut.

Serangan dunia maya itu diketahui tidak ditujukan ke rumah sakit, menurut laporan Kantor Berita Jerman RTL. Catatan tebusan ditujukan ke universitas terdekat.

Para penyerang kemudian menghentikan serangan tersebut setelah pihak berwenang memberi tahu mereka bahwa mereka sebenarnya telah menutup rumah sakit.

Otoritas Jerman masih menyelidiki kematian wanita tersebut. Jika pengalihannya ke rumah sakit lain diketahui bertanggung jawab atas kematiannya, polisi mungkin menganggap serangan siber sebagai pembunuhan.

Fasilitas perawatan kesehatan adalah salah satu target terbesar serangan siber. Pakar keamanan siber telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa sebagian besar rumah sakit tidak siap.

Mereka sangat bergantung pada perangkat, seperti peralatan radiologi, yang sering kali terhubung ke internet. Tanpa alat tersebut, mereka tidak akan mampu merawat pasien.

"Jika sistem terganggu melalui internet, oleh musuh atau kecelakaan, itu dapat berdampak besar pada perawatan pasien," kata Beau Woods, seorang advokat keamanan siber dan rekan inovasi keamanan siber di Dewan Atlantik, kepada The Verge tahun lalu.

Bahkan serangan yang menargetkan data pasien, dan tidak berdampak langsung pada perangkat medis, dapat mengganggu hasil pasien. Satu studi menemukan bahwa tingkat kematian rumah sakit akibat serangan jantung meningkat pada tahun-tahun setelah pelanggaran data.

Itu mungkin karena rumah sakit harus mengalihkan sumber daya untuk merespons serangan atau meningkatkan perangkat lunak dengan cara yang mengubah cara dokter beroperasi.

Serangan siber besar, seperti serangan siber WannaCry 2017, telah mematikan sistem rumah sakit besar. WannaCry menjatuhkan Layanan Kesehatan Nasional Inggris, misalnya. Tidak ada kematian yang terkait langsung dengan serangan itu, tetapi kebanyakan ahli memperingatkan bahwa ini hanya masalah waktu.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Unsplash/Mika Baumeister

Sumber: wartaekonomi

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

Ransomeware Tewaskan Wanita Jerman, Ternyata Kronologinya...

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya