0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

Nusabali
Nusabali - Thu, 09 Jul 2020 11:41
Dilihat: 47
Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima audiensi kreator Lomba Layang-Layang Virtual Kadek Suprapta Meranggi dan tim, di Denpasar, Selasa (7/7).

Menurut dia, sejumlah upaya dalam memulihkan perekonomian dan aktivitas umum di Provinsi Bali, namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan pemerintah yang bekerja sama dengan institusi dan berbagai pihak swasta. "Oleh karena itu, kami memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual pada 12 Juli mendatang ini," ujar Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace itu.

Sesuai dengan rencana, lanjut Cok Ace, upaya tatanan kehidupan Bali era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli ini, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik pada 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.

Sementara itu, Kadek Suprapta Meranggi selaku kreator Lomba Layang-Layang Virtual itu mengatakan, lomba kali ini sebenarnya merupakan sesi kedua. Lomba kembali dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu.

Oleh karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.

Kadek menambahkan, lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan 'Celepuk vs Kupu-Kupu', yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan atau menarik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. "Peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali," ujarnya.

Sedangkan penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh-jauh datang ke zona live center di kawasan Sanur, Denpasar.

Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, Kadek mengharapkan para pemuda yang menaikkan layang-layang ke udara tidak menginapkan terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik. *ant
Sumber: Nusabali

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

Ratusan Layangan akan Semarakkan Lomba Virtual

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya