0
Thumbs Up
Thumbs Down

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

Republika Online
Republika Online - Thu, 27 Feb 2020 20:38
Dilihat: 37
Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

oleh Antara, Sapto Andika Candra

CEO Microsoft Satya Nadella menyebut rancangan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur sangat menginspirasi. Nadella hari ini hadir pada acara Digital Economy Summit DevCon di Jakarta, Kamis (27/2) pagi, di mana Presiden Joko Widodo dalam paparannya memutarkan video rencana ibu kota baru Indonesia.

"Rasanya saya mau pindah ke sana besok," canda Nadella, dalam sesi wawancara khusus, Kamis.

Ketika melihat video tersebut, Nadella mengaku teringat ketika Microsoft merancang kampus, sebutan untuk markas besar Microsoft, yang berada di Seattle, Amerika Serikat. Pembangunan kampus tersebut, termasuk soal perencanaan dan keamanan, menurut Nadella tidak sebesar rencana pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Nadella menyadari akan ada banyak tantangan terkait infrastruktur ibu kota baru, yang membutuhkan begitu banyak perencanaan dan pendanaan. Seusai menonton video, dia mengaku salah satu hal yang terpikir pertama adalah mengenai material apa yang paling cocok yang ada di sana.

"Bagaimana material itu bisa membantu, mulai dari perencanaan sampai implementasi," kata Nadella.

Berkaitan dengan rencana pembangunan ibu kota baru Indonesia, Microsoft menyatakan ketertarikan untuk membawa teknologi terbaik mereka.

Saat memberikan sambutan di acara Microsoft Digital Economy Summit DevCon, Jokowi memutarkan video rancangan smartcity untuk ibu kota baru, yang akan berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartangera, Kalimantan Timur. Pemerintah menargetkan ibu kota Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur pada 2024.

"Tidak macet, tidak banjir," kata Presiden Jokowi di acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengajak para pelaku industri digital termasuk Microsoft untuk ikut terlibat dalam pembangunan ibu kota baru. Menurut dia, pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur tak sekadar memindahkan gedung-gedung pemerintahan, tapi juga membangun kembali pola kerja masyarakat yang serbacepat dan efisien. Salah satu penunjangnya, ujar Presiden, adalah pengembangan teknologi digital.

"Kita ingin membangun sebuah basis ekonomi baru yang berbasis iptek dan inovasi, termasuk pindah dari analog ke sepenuhnya digital. Program ini adalah program besar yang akan mendorong lompatan kemajuan Indonesia, lompatan dari mayoritas analog ke sepenuhnya digital.

[video] 5 Alasan Jokowi Memilih Lokasi Ini untuk Ibu Kota Baru

Talenta digital

Tidak hanya mendukung rencana ibu kota baru, Microsoft juga berkomitmen untuk mendukung perkembangan talenta digital di Indonesia. Komitmen itu dalam rangka perayaan 25 tahun perusahaan tersebut berada di Indonesia.

"Teknologi di Indonesia sudah membantu pebisnis kecil berkembang, sementara pebisnis besar menjadi kompetitif," kata Satya Nadella.

Digital Economy Summit DevCon diadakan untuk para pengembang teknologi sekaligus perayaan kiprah 25 tahun Microsoft di Indonesia. Menurut Nadella, beroperasi di Indonesia juga berarti memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan sumber daya manusia.

Microsoft selama 25 tahun terakhir tercatat memberikan pelatihan terhadap 18 juta guru dan siswa di Indonesia untuk teknologi, termasuk untuk keamanan siber, kecerdasan buatan, sains data lewat Kurikulum Literasi Digital. Menurut Microsoft, pertumbuhan talenta digital merupakan hal yang penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Microsoft menyatakan misi mereka di Indonesia adalah untuk memberdayakan setiap orang dan organisasi, termasuk melengkapi tenaga kerja dengan keterampilan dan dukungan yang diperlukan untuk mentransformasi secara digital. Studi Microsoft IDC pada 2019 lalu menunjukkan 81 persen bisnis di Indonesia memprioritaskan pelatihan dan peningkatan keterampilan pekerja. Tapi, 48 persen dari angka tersebut menyatakan belum menerapkan rencana untuk melatih pekerjanya.

Sementara itu, 13 persen perusahaan mengaku belum memiliki rencana melatih pekerja. Lebih dari separuh pemimpin bisnis di Indonesia, sebanyak 65 persen, berpendapat teknologi seperti kecerdasan buatan bisa membantu karyawan melakukan pekerjaan secara lebih baik. Selain itu, 21 persen pemimpin bisnis meyakini kecerdasan buatan (AI) akan menciptakan lapangan kerja baru.

Alasan Ibu Kota Pindah ke Kaltim
Berita Terkait
  • Setiap Jakarta Banjir, Jokowi Promosi Ibu Kota Baru
  • Jokowi Tegaskan Ibu Kota Baru Bebas Banjir dan Macet
  • Jokowi Hormati Kebijakan Saudi Tunda Sementara Umroh
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

Reaksi CEO Microsoft Kala Jokowi Promosikan Ibu Kota Baru

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya