0
Thumbs Up
Thumbs Down

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

okezone
okezone - Thu, 22 Oct 2020 15:59
Dilihat: 47
Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeberkan ihwal upaya restrukturisasi bagi PT Pertamina (Persero). Pihak kementerian BUMN menilai, restrukturisasi perseroan dilakukan untuk menjawab kebutuhan di industri minyak dan gas buni (Migas) agar operasional bisnis tetap optimal.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, sektor energi terus mengalami transformasi atau perubahan sehingga menuntut Pertamina untuk bisa menyesuaikan diri dari dinamika tersebut. Dia bilang, perubahan energi tidak lagi menjadikan fosil sebagai komoditas yang vital. Namun, ada komoditas lain yang harus dikembanhkan untuk mendukung atau mendorong produksi Pertamina.

Baca juga: Bos Pertamina Tempati Posisi 16 Wanita Berpengaruh di Dunia

"Fosil bukan yang vital. Tapi baterai sekarang pun (penting), perubahan-perubahan seperti ini kan. Bisnis itu tidak ada stuck. Karena di Pertamina sendiri seperti kapal induk besar, maka ini tidak flexible, makanya kita pecah supaya tujuan kita untuk optimalisasi bisnis," ujar Arya dalam Webinar ruang energi, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, terkait pembentukan holding dan sub holding BUMN Migas, pihak kementerian sudah memetakan lima subholding. Pertama, subholding yang operasionalnya dipegang PT Pertamina Hulu Energi, gas subholding atau PT Perusahaan Gas Negara, refinery and petrochemical subholding atau PT Kilang Pertamina Internasional.

Baca juga: Dampak Demo Ricuh, Pertamina Tutup 2 SPBU

Kemudian, Power and NRE subholding ataj PT Pertamina Power Indonesia, dan commercial and trading subholding atau PT Patra Niaga. Sementara itu, operasional shipping company dipegang PT Pertamina International Shipping.

Rencana pembentukan ini, kata Arya, sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Langkah itu kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kajian holding BUMN Migas pada akhir 2017. Selanjutnya, Kementerian BUMN mengintegrasi Perusahaan Gas Negara (PGN) ke subholding di akhir 2018.

Baca juga: Ambil Alih Blok Rokan, Pertamina Ngebor 44 Sumur Minyak

Arya pun mengutarakan, tujuan pembentukan holding BUMN itu yakni untuk mengelolah portofolio perseroan dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Group. Kemudian mempercepat pembangunan bisnis baru dan menjalankan program-program nasional.


Sementara pembentukan subholding adalah untuk mempercepat pengembangan usaha dan kapabilitas bisnis eksisting, meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan, serta mendorong operational excellence yang lebih fokus.

Sumber: okezone

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

Restrukturisasi Pertamina, Begini Penjelasan Stafsus Menteri Erick

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya