0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

Republika Online
Republika Online - Fri, 19 Jul 2019 21:00
Dilihat: 26
Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

JAKARTA -- Beragam keahlian ilmu yang dikuasainya, mengantarkan Ridwan ke dalam lingkaran istana. Dia menduduki jabatan sebagai wazir atau penasihat pada saat pemerintahan Sultan al Faiz Ibrahim, keponakan Salahudin al-Ayyubi.

Ketika tampuk pemerintahan berada di tangan Sayf al-Din Abu Bakr Ahmad, Ridwan masih tetap dipercaya memangku jabatannya sebagai wazir. Selama berada di istana, Ridwan pun bertugas memimpin para ilmuwan. Ia mengabdi pula sebagai seorang dokter istana.

Sejarawan kondang, al-Safadi, menuangkan kekagumannya pada sosok Ridwan pada buku yang ia beri judul al-Wali. Dia seorang ilmuwan komplet serta berpengaruh kuat pada disiplin ilmu medis dan literatur. Dia adalah pengagum dokter dan ilmuwan besar lainnya, Ibnu Sina, ujarnya.

Pemikiran dan kerja pengobatan yang dipraktikkan Ridwan, memang banyak diilhami karya-karya Ibnu Sina. Dua risalahnya dalam bidang pengobatan, masing-masing berdasarkan metode yang dikembangkan Ibnu Sina. Salah satunya, al-Hawashi yang bersumber dari karya Ibnu Sina yang terkenal, al-Qanun.

Kiprah Ridwan al-Sa'ati dalam kajian sastra serta seni tak kalah mengagumkan. Seperti diungkapkan Ibnu Abi Usaybi'a, kepiawaian Ridwan dalam merangkai kata demi kata sulit tertandingi. Dia memiliki kualitas mumpuni dalam karya-karya sastra. Ia pun membukukan kreasinya di bidang sastra.

Ridwan al-Sa'ati mewariskan sebuah buku bertajuk al-Mukhtar fi'l Ash'ar, yang memengaruhi perkembangan seni sastra Arab klasik pada masa berikutnya. Dia dikenal pula sangat mahir memainkan instrumen musik tiup bernama 'ud (flute). Yaqut al-Hamawi mengaku pernah menyaksikan langsung penampilan Ridwan di Damaskus.

Ilmuwan ini meninggal dunia di kota kelahirannya, Damaskus. Namun, tidak ada catatan pasti terkait tahun meninggalnya, sebagaimana tahun dia dilahirkan. Yaqut al-Hamawi menyebut Ridwan al-Sa'ati berpulang pada 618 H, sementara Ismail al-Baghdadi memperkirakan pada 620 H.


Berita Terkait
  • Warisan Teknologi Peradaban Islam tak Dikenal, Mengapa?
  • Sepanjang Hidupnya Taqi al-Din Menulis 19 Buku Teknik
  • Mengenal al-Jazari, Ahli Mekanik Abad Pertengahan
Berita Lainnya
  • Arsenal Sedikit Lagi Dapatkan Striker Brasil Everton Soares
  • Wisatawan Masih Gemar Panjat Batu Uluru Australia

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

Ridwan al-Sa'ati, Wazir dan Penyuka Sastra

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya