0
Thumbs Up
Thumbs Down

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

Republika Online
Republika Online - Thu, 08 Apr 2021 01:40
Dilihat: 49
Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

JAKARTA -- Satu dari tiga penyintas COVID-19 menerima diagnosis neurologis atau kejiwaan dalam enam bulan setelah terinfeksi virus SARS-CoV-2. Hal ini berdasarkan studi observasi terhadap lebih dari 230 ribu catatan kesehatan pasien yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry.

Studi ini mengamati 14 gangguan kesehatan neurologis dan mental. Profesor Paul Harrison dari Universitas Oxford, penulis utama studi tersebut mengatakan bahwa ini adalah data dunia nyata dari sejumlah besar pasien.

Mereka mengkonfirmasi tingginya tingkat diagnosis kejiwaan setelah COVID-19, dan menunjukkan bahwa gangguan serius yang mempengaruhi sistem saraf seperti stroke dan demensia juga terjadi.

"Meskipun demensia jauh lebih jarang, namun cukup signifikan, terutama pada mereka yang menderita COVID-19 parah," kata Prof. Harrison, dilansir di Eureka Alert, Rabu (7/4).

Meskipun risiko individu untuk sebagian besar gangguan kecil, efeknya di seluruh populasi mungkin besar untuk kesehatan dan sistem perawatan sosial. Akibatnya, sistem perawatan kesehatan perlu untuk mendapatkan sumber daya untuk menangani kebutuhan yang diantisipasi, baik dalam layanan perawatan primer dan sekunder.

Sejak pandemi COVID-19 dimulai, muncul kekhawatiran bahwa orang yang selamat mungkin berisiko tinggi mengalami gangguan neurologis. Sebuah studi observasi sebelumnya oleh kelompok penelitian yang sama melaporkan bahwa penyintas COVID-19 berada pada peningkatan risiko gangguan mood dan kecemasan dalam tiga bulan pertama setelah infeksi.

Namun, hingga saat ini, belum ada data berskala besar yang meneliti risiko diagnosis neurologis maupun kejiwaan dalam enam bulan setelah infeksi COVID-19.

Studi terbaru ini menganalisis data dari catatan kesehatan elektronik dari 236.379 pasien COVID-19 dari jaringan TriNetX yang berbasis di AS, yang mencakup lebih dari 81 juta orang. Pasien yang berusia lebih dari 10 tahun dan yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 setelah 20 Januari 2020, dan masih hidup pada 13 Desember 2020, dimasukkan dalam analisis.

Kelompok ini dibandingkan dengan 105.579 pasien yang didiagnosis influenza dan 236.038 pasien yang didiagnosis infeksi saluran pernapasan (termasuk influenza).


Berita Terkait
  • Covid-19 Tingkatkan Risiko 4 Masalah Kesehatan Ini
  • Presiden Baru Tanzania Ambil Pendekatan Ilmiah Tangani Covid
  • Arab Saudi Izinkan 50 Ribu Jamaah Umroh Selama Ramadhan
Berita Lainnya
  • Selama Ramadhan, 177 Imam Ditunjuk Memimpin Sholat Tarawih
  • Optilens Ajak Orang Tua Lindungi Mata Saat Belajar Daring

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

Risiko Diagnosis Kejiwaan Meningkat Usai Terpapar Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya