0
Thumbs Up
Thumbs Down

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Republika Online
Republika Online - Thu, 18 Nov 2021 19:59
Dilihat: 68
Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini membantah tudingan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) bahwa ada jutaan warga yang terpental dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Risma menegaskan, pihaknya hanya menghapus nama warga miskin yang terdata ganda dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Yang kita pinggirkan (hapus) itu yang datanya dobel. Kalau misalkan Risma ada dua, Risma satunya yang saya hapus. Jadi yang terpental itu yang mana," kata Risma dalam konferensi pers Pemadanan Data di kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (18/11).

Untuk diketahui, pemerintah menyediakan kuota untuk 96,8 juta warga miskin sebagai PBI BPJS Kesehatan. Kemensos menentukan warga miskin sebagai PBI dengan mengacu pada nama-nama yang terdapat dalam DTKS. Sejak Risma menjabat, DTKS terus dimutakhirkan untuk memastikan warga yang masuk memang benar-benar miskin dan tak ada nama ganda.

Kini, kata Risma, sudah terdapat 134 juta warga miskin yang datanya masuk ke dalam DTKS. Semua data itu sudah padan dengan data Dukcapil Kemendagri. Dalam proses pemadanan data itu lah ditemukan nama warga miskin yang dobel.

"Ada 33 juta orang yang kita hilangi itu karena datanya dobel. Kita siap kok kalau bicara data. Kita setiap permasalahan data ada KPK, BPKP, Kejakgung, Bareskrim, kita tunjukkan di mana yang padan," kata Risma menantang Ombudsman.

Risma menambahkan, dari 134 juta data warga miskin dalam DTKS itu, pihaknya telah menetapkan 77 juta di antaranya sebagai PBI BPJS Kesehatan, per Oktober ini.

Sebelumnya, Ombudsman menyebut ada jutaan peserta BPJS Kesehatan terpental dari DTKS dan Dinas Sosial. Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng meminta Kementerian Sosial untuk membuka identitas data yang terpental dari data BPJS Kesehatan.

"Kami meminta sesungguhnya Kemensos untuk membuka, mengumumkan secara transparan apa yang membuat kemudian sebagian terpental dan siapa saja," kata Robert dalam diskusi virtual Ombudsman, Senin (15/11).


Berita Terkait
  • BPJS Kesehatan Bandung Terus Dorong Kepatuhan Badan Usaha
  • Ini Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan BPJS Online Via HP
  • Konsultasi Gratis Kesehatan Mental dengan BPJS Kesehatan, Bisa? Ini Caranya
Berita Lainnya
  • Mahfud: Kerja Sama Ulama dan Pemerintah Penting
  • Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

Risma Bantah Tudingan Ombudsman Soal Data BPJS Kesehatan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya