0
Thumbs Up
Thumbs Down

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

Republika Online
Republika Online - Mon, 20 Jan 2020 00:01
Dilihat: 43
Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

MADINAH -- Seorang pria mendatangi Nabi Muhammad. Dia berkata, "Mati aku. Aku Bersetubuh dengan istriku pada siang hari Ramadhan."

"Jika begitu, bebaskan hamba sahaya," sabda Nabi Muhammad.

"Aku tidak sanggup," jawab orang itu.

"Jika tidak bisa, berpuasalah selama dua bulan berturut-turut," kata Nabi.

"Aku juga tidak bisa," kata orang itu.

Saat itu, ada seorang sahabat yang datang membawakan sekeranjang kurma untuk Nabi. Setelah beliau menerimanya, beliau bertanya, "Di mana orang yang bertanya tadi?"

"Saya di sini, Rasulullah," katanya.

"Sedekahkanlah ini," kata Nabi.

"Aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin dariku?" tanyanya.

"Demi Allah di sini tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku," kata orang tersebut.

Mendengar hal itu, Nabi tertawa hingga geraham beliau terlihat.

Syekh Abdul Aziz Asy-Syinawi dalam bukunya yang berjudul Saat-Saat Berkesan Bersama Rasulullah menjelaskan, Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang juga memerlukan makanan, minuman, tidur, tertawa, sedih, dan seterusnya.

Nabi pernah bersabda, "Tertawa itu ada dua macam, tertawa yang disenangi Allah dan tertawa yang dibenci Allah. Yang disenangi Allah adalah tertawa seorang lelaki kepada saudaranya (teman sesama Muslim) karena sangat rindu bertemu. Sedangkan tertawa yang dimurkai Allah adalah jika seseorang mengucapkan kalimat yang tidak benar atau batil agar ia atau orang lain tertawa, padahal ucapannya itu mmebuatnya dilemparkan ke dalam neraka jahanam tujuh puluh tahun (hadis mursal).

Nabi juga pernah bersabda, "Tertawa terbahak-bahak itu dari setan. Sedang tersenyum adalah dari Allah." (HR Thabrani)


Dalam Alquran surat Annajm [53] ayat 43, dijelaskan bahwasanya tertawa dan menangis adalah fitrah yang Allah SWT anugerahkan pada manusia. Rasulullah SAW pun meyebutkan bahwa membuat orang lain senang dapat disebut sebagai kebajikan, ''Senyummu untuk saudaramu adalah kebajikan (sedekah).'' (HR Imam Ahmad).

Berita Terkait
  • Wasiat Nabi Muhammad Mengenai Marah
  • Isi Khutbah Nabi Muhammad di Pernikahan Ali dan Fathimah
  • Kenapa Sahabat Nabi Muhammad Sangat Setia dan Rela Mati?
Berita Lainnya
  • Jepang Kirimkan Kapal Tempur Ke Timur Tengah
  • Gubernur Sumbar Ajak Berzikir di Malam Tahun Baru

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

Saat Orang Paling Miskin Membuat Nabi Muhammad Tertawa

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya