0
Thumbs Up
Thumbs Down

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

Nusabali
Nusabali - Sat, 12 Oct 2019 09:17
Dilihat: 25
'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'DENPASAR,
"Peradaban Bali adalah peradaban yang bertumpu pada aksara, mantra dan sastra. Aksara dan mantra menjadi titik pusat dari ritus-ritus religius Bali, sedangkan sastra merupakan mata air yang tidak pernah kering bagi penciptaan berbagai bentuk kesenian Bali," kata Koster dalam sambutannya saat membuka Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali 2019, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (11/10).

Menurut dia, kata 'nyastra' di Bali tidaklah semata-mata dimaknai sebagai kegiatan kreatif untuk menciptakan karya sastra. Nyastra adalah juga upaya terus-menerus untuk menggunakan kesusastraan sebagai alat untuk melatih dan menempa diri agar menjadi manusia utama, manusia yang cerah lahir batin, manusia yang telah menyadari jati dirinya yang sejati.

'Nyastra' adalah juga perjalanan tiada henti untuk merealisasikan nilai-nilai luhur, ajaran-ajaran moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam karya-karya sastra ke dalam tindakan-tindakan nyata pada kehidupan sehari-hari.

Meminjam istilah salah satu Kawi-Wiku (pendeta sastrawan) terbesar dalam sejarah Bali Ida Pedanda Made Sidemen, dalam karyanya, Geguritan Selampah Laku, Gubernur mengatakan bertani di dalam diri sendiri adalah metafora yang indah tentang 'nyastra'.

Menurut dia tubuh dan jiwa yang harus diperlakukan sebagai sawah yang harus dibajak dan dirawat kemudian ditaburkan biji-biji aksara, mantra, serta sastra yang nantinya akan tumbuh subur nilai-nilai luhur, keteguhan moral dan etika, serta kearifan lokal. "Hasil akhirnya adalah manusia utama yang cerah dan mampu mencerahkan masyarakatnya," kata suami seniman Ni Putu Putri Suastini Koster yang juga hadir dalam pembukaan seminar tersebut.

Gubernur mengatakan penyelenggaraan Seminar Internasional Sastra Indonesia tahun ini sesuai dengan visi Pembangunan Daerah Bali 2018-2023 yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru.

Sejalan dengan visi tersebut, Seminar Internasional Sastra Indonesia mengangkat tema 'Sastra, Lingkungan, dan Kita' yang secara khusus memberi perhatian pada bagaimana kesusastraan dapat mempengaruhi cara pandang dan cara bertindak manusia dalam kaitannya dengan alam. "Kegiatan Seminar Internasional Sastra Indonesia ini kami harapkan akan melahirkan pemikiran serta pemahaman yang bermanfaat tentang bagaimana sastra dan 'Nyastra' mampu mendorong lahirnya manusia-manusia utama yang pikiran, ucapan dan tindakan-nya selalu diarahkan untuk tercapainya Tri Hita Karana dan Sad Kerthi," ujarnya.

Seminar Internasional Sastra Indonesia 2019 berlangsung 11-13 Oktober 2019. Selain membuka seminar, Gubernur Bali Wayan Koster dan Putu Putri Suastini Koster didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan 'Kun' Adnyana dan Ketua Dewan Kurator Putu Fajar Arcana juga berkesempatan melihat pameran sastra yang digelar di gedung yang sama. *ant
Sumber: Nusabali

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

'Sastra Jadi Media Sebarkan Nilai-nilai Luhur'

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya