0
Thumbs Up
Thumbs Down

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

Republika Online
Republika Online - Mon, 29 Nov 2021 17:48
Dilihat: 123
Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

CAPE CANAVERAL -- Parker Solar Probe, wahana Badan Antariksa Amerika (NASA) membuat sepasang rekor baru. Satelit ini resmi menjadi objek buatan manusia yang berada dalam jarak terdekat dengan matahari sekaligus objek buatan dengan kecepatan tertinggi.

Satelit ini telah berhasil dan bertahan dari pertemuan jarak dekat ke-10 dengan Matahari. Pada 21 November pukul 04.25 EST (08.25 GMT), robot penjelajah luar angkasa berada dalam jarak 5,3 juta mil (8,5 juta km) dari permukaan Matahari dan mencapai kecepatan 586.864 km/jam.

Dilansir dari New Atlas, Ahad (28/11), Parker Solar Probe diluncurkan pada 12 Agustus 2018 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di atas roket Delta IV Heavy. Penerbangan terdekat atau flyby surya terbaru antara 16 dan 26 November menandai titik tengah dalam misi tujuh tahun pesawat ruang angkasa untuk mempelajari Matahari. Satelut ini pada akhirnya akan terbang melalui korona Matahari.

Satelit ini telah mengalahkan pemegang rekor, pesawat ruang angkasa Helios-2 dan kecepatan maksimumnya 252.792 km/jam. Rekor kecepatan terbarunya mengalahkan rekor sebelumnya, seperti yang akan terjadi pada rekor kecepatan masa depan yang diperkirakan akan dicapai oleh probe di flyby selanjutnya.

FLyby ke-10 ini adalah salah satu dari 24 orbit yang semakin dekat ke Matahari menggunakan tarikan gravitasi Venus dalam serangkaian tujuh flyby. Satelit akhirnya berada dalam jarak 6,9 juta/km dari permukaan bintang kita dan mencapai kecepatan lebih dari 690.000 km/jam.

Pesawat ini sangat terlindung dari panas dan radiasi, tetapi masih rentan terhadap kerusakan dan membangun muatan listrik berbahaya dari radiasi matahari. Orbitnya yang sangat elips memungkinkannya pulih di antara pertemuan jarak dekat dan untuk mengirimkan data sensor yang direkam kembali ke Bumi tentang korona Matahari, medan magnet, dan dinamika partikel energi matahari.

Menurut NASA dan operator misi di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins di Laurel, Maryland, pesawat ruang angkasa itu dalam keadaan baik. Pesawat beroperasi secara normal, dan akan mulai mengirimkan temuannya pada 24 Desember hingga 9 Januari 2022.


Berita Terkait
  • Hubble Rilis Foto Objek Mirip Manusia Salju di Luar Angkasa
  • China Ingin Buat Pesawat Luar Angkasa Sepanjang 1 Kilometer
  • Pertama Kali, NASA Buat Peta Bawah Tanah Mars
Berita Lainnya
  • Kelabui 4 Warga Kota Madiun Masuk CPNS, Pria asal Riau Raup Rp 1 Miliar Lebih
  • Jelang Kunjungan Presiden, Israel Perketat Pasukan di Masjid

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

Satelit NASA Pecahkan Rekor Jarak Terdekat dengan Matahari

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya