0
Thumbs Up
Thumbs Down

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Republika Online
Republika Online - Tue, 15 Oct 2019 04:31
Dilihat: 31
Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Oleh: Menachem Ali, Doseh Piloligy Universitas Airlangga

Lebih baik sekarang kaum Muslim Indonesia atau Muslim Asia Tenggara diharamkan memakai istilah "santri" atau "cantrik", karena keduanya itu istilah Hinduisme, khususnya Hindu Jawa? Ataua pada saat sekarang pakailah istilah khas Arab saja ("tholibun") atau "taliban"?

Maka, "Hari Santri" diganti saja menjadi "Hari Taliban" atau nama "pondok pesantren" diganti saja menjadi "pondok taliban." Hal ini lebih bagus sepertinya.

Menurutnya, Quran terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu itu sesat dan menyesatkan, karena menggunakan istilah berbau Hinduistic. Seharusnya tidak perlu memakai istilah "sorga", karena itu benar-benar mengusung konsep teologis yang bernuansa Hinduistic. Kitab suci Weda Mahabharata, terutama pada parwa terakhir, saat Yudisthira naik ke sorga tertulis nama parwa-nya yang disebut "Swarga-rohanika parwa."

Jadi kalau Alquran terjemahan bahasa Melayu memakai istilah "sorga" maka itu SESAT dan mendekati kekafiran. Menurut ustadz zaman "now" hal itu katanya bertentangan dengan ajaran Islam. Menurutnya, kesesatan berpikir dalam memahami Quran yang dicampur dengan pola berpikir khas Hinduisme ini sudah terjadi sejak lama, sejak zaman Islam masuk ke Nusantara di masa awal; dan kesesatan para ulama Nusantara itu tidak perlu diikuti oleh umat Islam yang mau kembali ke jalan Salaf.
Lihatlah Quran terjemahan bahasa Melayu ini, (al-jannah) diterjemahkan (baca: "sorga").

Meskipun teks terjemahannya ditulis dengan huruf Jawi (Arab-Melayu). Quran terjemahan bahasa Melayu yang menggunakan huruf Jawi (Arab-Melayu) semuanya menyesatkan, karena banyak kosakata Sanskrit yang diadopsi dari tradisi Hinduisme. Oleh karena itu, semua negara di Asia Tenggara, terutama Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia yang kaum Muslimnya menggunakan Quran terjemahan bahasa Melayu, maka hal itu sebenarnya terkait dengan penyebaran kesesatan.
Inilah sebuah kesesatan yang nyata.

Namun, benarkah tuduhan mereka itu dapat diuji sesuai dalil? Bukankah agama itu dengan dalil yang shahih?



Berita Terkait
  • Alquran Bersumpah Atas Nama Dewi Pertiwi?
  • Memahami Islam dan Jawa, Memahami Indonesia
  • Menag Minta Santri Terus Sebarkan Pesan Perdamaian
Berita Lainnya
  • 59 Budayawan dan Seniman dapat Penghargaan dari Kemendikbud
  • Korban Demo Akbar Alam Sempat Mengunggah Status di Instagram

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

Satire 'Hari Santri' Identik Dengan 'Hari Taliban'?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya