0
Thumbs Up
Thumbs Down

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

Republika Online
Republika Online - Wed, 26 Feb 2020 19:00
Dilihat: 22
Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Nurhasan, petugas keamanan di kantor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Nurhasan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang merupakan Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Usai menjalani pemeriksaan, Nurhasan memilih untuk enggan bicara saat ditanyai ihwal materi pemeriksaannya. "Tidak ada (pernyataan), tanya ke dalam saja, tanya ke KPK," ucap Nurhasan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (26/2).

Nurhasan diduga merupakan orang yang membawa tersangka penyuap komisioner KPU, Harun ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada awal Januari. Sebelumnya, Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengakui Harun Masiku sempat terdeteksi di sekitaran PTIK.

Namun, tim KPK yang ingin menangkap diduga dihalangi sejumlah anggota polisi. Alhasil, Harun masih buron hingga sekarang. Sebelum menjalani pemeriksaan, Nurhasan mengaku pada Rabu itu, dirinya sibuk membantu persiapan rapat kerja nasional PDI Perjuangan.

"Saya sakit karena dua hari ini hujan-hujanan di jalan," ucapnya.

Nurhasan juga membantah rumor mendapat perintah untuk mengantar Harun Masiku. "Tugas saya cuma buka tutup pagar di rumah itu," katanya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan 3 tersangka lainnya. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.




Berita Terkait
  • Soal Harun Masiku, Yasonna: Tanya KPK Bukan Saya yang Cari
  • Suap PAW PDIP, Evi Bantah Pernah Komunikasi dengan Wahyu
  • Polri Tegaskan tak Ada Kendala Buru Harun Masiku dan Nurhadi
Berita Lainnya
  • Arsul Sani: Salam Pancasila tak Bisa Gantikan Salam Agama
  • Pasien Diduga Corona di RSHS Pernah Pergi ke Thailand

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

Satpam Kantor Sekjen PDIP Bantah Antar Harun Masiku

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya