0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

okezone
okezone - Tue, 18 Jun 2019 17:06
Dilihat: 40
Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

OXFORD - Seorang pembunuh anak asal Spanyol yang menggorok leher seorang gadis dan menikamnya lebih dari 30 kali, mendapatkan pekerjaan dengan bekerja sebagai asisten pengajar di sebuah sekolah dasar di Oxford, Inggris.

Iria Surez Gonzlez (35) bersama temannya membunuh seorang pelajar pada 2000. Tetapi ia dapat bekerja di Sekolah Dasar Oxford Barat selama 10 bulan setelah memanfaatkan celah hukum yang berarti ia tidak perlu membocorkan masa lalunya.

Staf sekolah dan murid tidak menyadari bahwa Gonzalez telah membunuh Clara Garcia selama bekerja di sana.

Gonzlez, yang saat itu berusia 16 tahun, dan temannya yang berusia 17 tahun, Raquel Carlet Torrejn mengantar korban ke sebuah lapangan di mana mereka memotong lehernya dan menikamnya 32 kali.

Laporan media waktu itu mengatakan kedua pembunuh melakukan pembunuhan karena mereka ingin tahu "bagaimana rasanya membunuh seseorang".

Baca: Skandal Seks di Universitas Warwick, Inggris: "Perkosa Mereka Semua Biar Kapok"

Baca: Politisi Pendukung Brexit Disiram MilkShake saat Kampanye

Dalam hukum Spanyol, semua kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur dapat dihapuskan setelah 10 tahun setelah pelaku mencapai usia 18 tahun.

Hal ini memungkinkan Gonzlez, yang tetap berada di balik jeruji besi hingga 2006, untuk mendaftar ke sekolah Inggris pada 2016.

Dia kemudian dapat menghabiskan 10 bulan antara bulan September tahun itu hingga Juli 2017 bekerja di ruang kelas dengan anak-anak dan bersama guru yang tidak tahu apa-apa tentang sejarah kejahatannya.

Masa lalu Gonzlez yang mengerikan baru terungkap setelah dia meninggalkan sekolah dan dewan kota disiagakan tiga bulan kemudian.

Dia ditangkap dan diseret ke Pengadilan Oxford Crown pada bulan Februari tahun ini dengan tuduhan penipuan karena diduga tidak mengungkap kasus pembunuhannya.

Tidak seperti di Spanyol, narapidana di Inggris diharuskan untuk mengungkapkan latar belakang kriminal mereka.

"Kami terus meninjau semua kasus sehingga kami dapat mempertimbangkan informasi baru apa pun yang terungkap," kata seorang juru bicara Kejaksaan Kerajaan Inggris (CPS) mengutip Metro, Selasa (18/6/2019).

"Dalam hal ini, muncul keyakinan Suarez-Gonzalez dihabiskan yang mengakibatkan dakwaan dijatuhkan."

Dewan Kabupaten Oxford, yang mengawasi sekolah mengatakan perekrutan staf adalah tanggung jawab sekolah.

"Perekrutan bukan tanggung jawab dewan, itu adalah tanggung jawab masing-masing sekolah. Sekolah telah mengikuti proses perekrutan dalam hal perekrutan individu," ujar seorang juru bicara Dewan Oxford.

Sumber: okezone

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

Sekolah Dasar di Inggris Mempekerjakan Pembunuh Anak yang Terkenal Kejam

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya