0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 05 Nov 2019 11:13
Dilihat: 15
Jakarta

Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor hortikultura sangat menjanjikan untuk peningkatan devisa, sekaligus kesejahteraan rakyat. Menurut SYL, perlu keseriusan dan kerja sama semua pihak.

Selain itu, kemandirian petani perlu ditingkatkan. Perlu dihitung dari budi daya sampai dengan industri dan pasar.

Baca Juga: Produk Hortikultura Asal 6 Kabupaten di Sumut, Laris di Pasar Ekspor

"Ke depan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yang baik, semuanya akan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani," jelas SYL.

Di tempat lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah strategis sesuai arahan Menteri SYL. Menurutnya, peningkatan nilai tambah dan daya saing akses ekspor hortikultura menjadi sebuah keniscayaan.

"Produk hortikultura yang berdaya saing, sehingga bisa berjaya di dunia internasional," kata Prihasto.

Dia menjelaskan, Kementan telah merumuskan arah pengembangan hortikultura dalam lima tahun ke depan, khususnya daya saing komoditas hortikultura.

"Kami harap nantinya bisa menstimulus terhadap ekspor, produk berdaya saing, serta memacu peningkatan ekonomi," beber Prihasto saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Strategi Kementan dalam Pembangunan Hortikultura 2020-2024' di Aula Pascasarjana Universitas Haluoleo, Minggu (4/11/2019).

Baca Juga: Sektor Perkebunan Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani

Dia menambahkan, mulai 2020 mendatang pengembangan kawasan hortikultura akan dilakukan secara masif. Artinya, ketika di satu daerah ada komoditas hortikultura yang potensial, maka bantuannya akan dimasifkan.

"Misalnya satu daerah punya 50 hektare kawasan buah. Kemudian hasil panennya bagus. Nanti kami akan perluas skalanya sampai 200 hektare. Kami berikan juga bibit unggul," cetus Prihasto.

Kementan, kata dia, siap memberikan bantuan bibit, pupuk hingga pengendalian OPT selama lima tahun ke depan.

"Muaranya nanti adalah bagaimana tercipta basis-basis komoditas hortikultura yang besar dan terintegrasi. One Village One Variety. Pasar ekspor mempermudah memasarkan," ujarnya.

Penulis: ***

Editor: Rosmayanti


Foto: Kementan

Sumber: wartaekonomi

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

Sektor Hortikultura: Fokus Mentan Tingkatkan Devisa dan Kesejahteraan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya