0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 16 Feb 2020 04:04
Dilihat: 139
Jakarta

Mushela Karentia merupakan salah satu mahasiswi semester empat jurusan manajemen bisnis di Wuhan University, yang baru saja dipulangkan usai menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Dia satu dari 238 orang yang dipulangkan dari Wuhan, Hubei, China.

Kini warga asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu sudah kembali ke pelukan keluarganya setelah menjalani proses observasi.

Baca Juga: Cerita Pengalaman di Wuhan, WNI Gal Boleh Keluar Lebih Dari 500 Meter

Salah satu adik kandung Mushela, Cerry menceritakan perjuangan kakaknya selama berada di Wuhan. Ketika itu, kakaknya terisolasi dan tidak boleh keluar dari Wuhan.

Mushela ketika itu diberi pesan oleh keluarga agar menyantap makanan kemasan. Dia tidak diperkenankan menyantap makan-makanan yang terbuka.

"Keluarga pesan supaya makan makanan tertutup seperti ciki dan sejenisnya, yang penting bukan makanan yang terbuka," kata adik kandung Mushela, Cherry (17), Sabtu (15/2/2020).

Sang kakak, kata Cherry, sudah tujuh bulan menimba ilmu di Wuhan. Itu dia dapat melalui beasiswa dari pemerintah.

"Kakak saya sekolah di Wuhan sejak tujuh bulan lalu melalui beasiswa pemerintah," kata dia.

Baca Juga: Menkes Persilakan WNI Pascaobservasi Langsung Berbaur dalam Masyarakat

Sejak wabah korona merebak di Wuhan, kata dia, keluarga yang kini tinggal di kawasan Serang, Cikarang Selatan sempat khawatir. Namun, kakaknya itu memastikan makanan yang disantap merupakan makanan yang terjaga.

"Di Wuhan sempat stok makanannya habis, tapi kakak saya bilang jangan khawatir. Makanan di sini (Wuhan) terjaga dan aman," katanya.

Makanan instan tersebut diperoleh WNI dengan cara membelinya menggunakan kocek pribadi dari sejumlah minimarket yang berdekatan dengan pusat karantina.

Selain mengonsumsi makanan ringan dalam kemasan plastik tertutup, Mushela juga diminta keluarga untuk terus berdoa. Untuk konsumsi minuman pun dipilih secara selektif menggunakan air mineral kemasan. Terlebih, ketika itu stok makanan di Wuhan sempat habis. "Situasi ini terjadi hampir dua bulan," katanya.

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani


Foto: Muhammad Adimaja

Sumber: wartaekonomi

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

Sempat Kehabisan Makanan, WNI Bertahan Hidup dengan Makanan Ringan Saat Wuhan di Isolasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya