0
Thumbs Up
Thumbs Down

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

Republika Online
Republika Online - Sat, 12 Jun 2021 06:32
Dilihat: 50
Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

SURABAYA -- Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya mengungkap pria usia 45 tahun asal Garut, Jawa Barat, bernama Wahyu Buana Putra Morita yang diduga menganiaya bocah hingga meninggal saat tinggal di rumah indekos Jalan Kupang Krajan V/28 Surabaya. Korban berinisal JM berusia 12 tahun, warga Kupang Krajan IV Surabaya, merupakan teman bermain dari dua anak pelaku.

"Kejadiannya tanggal 25 Mei 2021. Saat itu korban JM sedang bermain dengan kedua anak pelaku di rumah kos Jalan Kupang Krajan V Surabaya," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartoyo kepada wartawan di Surabaya, Jumat (11/6) sore.

Pelaku, katanya, terdata sekitar baru empat hari menempati rumah kos di Jalan Kupang Krajan V Surabaya bersama kedua anaknya, masing-masing berusia 11 dan 14 tahun. "Pelaku sudah berpisah dengan istrinya. Dia membawa dua anaknya ke Surabaya," katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian Purwono, menandaskan di Surabaya Wahyu tidak bekerja. Polisi mengungkap Wahyu menganiaya bocah tidak berdosa yang bertandang untuk bermain dengan kedua anaknya itu hanya untuk merebut telepon seluler.

Menurut penyelidikan polisi, pelaku Wahyu menganiaya dengan cara menghantamkan balok paving beberapa kali ke arah kepala korban. Penganiayaan itu, dilakukan di depan kedua anaknya. Korban JM tidak tewas seketika.

Bocah itu sempat ditolong warga dan dilarikan ke RSUD Dr Soetomo hingga akhirnya meninggal dunia pada 2 Juni 2021. Wahyu mengakui, bersama kedua anaknya, sempat menyaksikan korban JM yang sedang sekarat dengan mata terbelalak.

Namun, dia tidak peduli. Lantas merebut telepon seluler milik korban dan membawa serta kedua anaknya kabur. "Telepon seluler milik korban saya jual kepada seseorang di kawasan Simokerto Surabaya seharga Rp500 ribu. Uangnya menjadi bekal kami melarikan diri," katanya.

Sejak itu, pelaku bersama kedua anaknya berpindah-pindah tempat. Tidak selalu naik angkutan umum, sering kali berjalan kaki. Tidurnya, dari warung ke warung pinggir jalan yang sudah tutup. Terkadang menginap di masjid.

Polisi mengendus pelarian Wahyu bersama kedua anaknya dari Surabaya menuju Sidoarjo. Selanjutnya ke Mojokerto, Solo, Yogyakarta, Purworejo, Kebumen, Purwokerto, Tasikmalaya, Banding, Jakarta.

Hingga akhirnya, tertangkap pada 9 Juni 2021 saat menginap di sebuah masjid kawasan Tangerang, Banten. "Kedua anaknya, sementara ini kami serahkan untuk dirawat ibunya. Kami siapkan psikolog untuk memulihkan psikologisnya," ucap AKBP Oki.


Berita Terkait
  • Akibat Covid-19, Sejumlah Kantor SKPD di Garut Ditutup
  • Wabup Garut: Warga Harus Tetap Produktif di Tengah Pandemi
  • Pasien Covid-19 di Garut Diantar Menggunakan Sepeda Motor
Berita Lainnya
  • Ridwan Kamil Niai Orasi Ilmiah Megawati Penuh Nasihat
  • Kala RUU Pajak Bikin Gaduh

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

Seorang Pria Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Meninggal

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya