0
Thumbs Up
Thumbs Down

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Republika Online
Republika Online - Wed, 24 Feb 2021 01:46
Dilihat: 75
Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

JAKARTA-Perbaikan dan pembaruan rutin aplikasi dapat meminimalkan risiko eksploitasi. Itulah sebabnya pengguna selalu disarankan untuk menginstal versi perangkat lunak terbaru sesegera mungkin setelah itu tersedia.

Namun, studi terbaru dari Kaspersky mengungkapkan lebih dari setengah (54 persen) organisasi di Asia Tenggara masih memiliki tugas penting untuk hal ini.

Laporan Kaspersky baru-baru ini, 'How business can minimize the cost of a data breach' menunjukkan 38 persen UMKM dan 48 persen dari perusahaan dari Asia Tenggara masih bekerja dengan sistem operasi yang belum ditambal (unpatched). Selain itu, 33 persen UMKM dan 43 persen perusahaan dari wilayah tersebut merasa bersalah karena menggunakan perangkat lunak yang sudah ketinggalan zaman.

General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong mengatakan, mungkin tampak memakan biaya bagi perusahaan untuk memperbarui atau memiliki versi legal perangkat lunak mereka. Terutama pada saat krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti masa pandemi.

"Namun, ini merupakan investasi yang dapat menghemat uang Anda untuk periode jangka panjang. Faktanya, penelitian kami menunjukkan perusahaan yang menggunakan sistem usang atau belum ditambal akan membayar 437 ribu dolar AS lebih banyak apabila terjadi pelanggaran data, ini lebih tinggi 126 persen dibandingkan dengan perkiraan biaya sebesar 354 ribu dolar AS untuk perusahaan yang tidak memiliki teknologi usang," kata Yeo melalui siaran pers yang diterima oleh Republika.co.id, Senin (22/2).

UMKM di Asia Tenggara juga dapat menghemat sembilan persen dari biaya terjadinya serangan jika mereka menggunakan perangkat lunak yang legal dan telah diperbarui. Total kerugian bisa mencapai 94 ribu dolar AS dari pelanggaran data tunggal terhadap organisasi kecil hingga menengah dengan sistem operasi yang sudah usang.


Selain dari biaya tambahan apabila terjadi pelanggaran data, hampir setengah (49 persen) dari UMKM dan perusahaan dari wilayah tersebut juga mengaku mengalami serangan siber, karena kerentanan yang belum ditambal dalam aplikasi perangkat lunak dan perangkat yang mereka gunakan. Ini merupakan sembilan persen lebih banyak dari rata-rata global yaitu 40 persen.

Berita Terkait
  • Tips Sebelum Menjual dan Membeli Perangkat Second
  • Kesalahan Berbahaya Saat akan Menjual Gadget Second
  • Ancaman Kejahatan Siber di Sektor Finansial Makin Ngeri
Berita Lainnya
  • Positif Covid-19 di Lampung Bertambah 94 Orang
  • Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

Separuh Lembaga di Asia Tenggara Gunakan Softare Unpatched

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya