0
Thumbs Up
Thumbs Down

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

Republika Online
Republika Online - Sun, 24 Jan 2021 12:47
Dilihat: 59
Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

JAKARTA -- Menurut sebuat survei baru yang diterbitkan Jumat (22/1) di Jurnal One Earth, sekitar seperempat spesies lebah yang diketahui belum muncul dalam catatan publik selama lebih dari 20 tahun. Hilangnya catatan ilmiah bukalah bukti kepunahan.

"Dengan citizen scientist dan kemampuan untuk berbagi data, catatan meningkat secara eksponensial, tetapi jumlah spesies yang dilaporkan dalam catatan ini menurun," kata penulis pertama, ahli biologi di Pollination Ecology Group dari Institute for Research on Biodiversity and Environment, Eduardo Zattara dalam rilis berita, seperti yang dilansir dari UPI, Ahad (24/1).

Ada kalanya, spesies yang hilang akan ditemukan kembali 30,40, 50 tahun kemudian. Namun, temuan terbaru menunjukkan sebagian besar keanekaragaman lebah sedang berjuang untuk mengatasi kombinasi ancaman lingkungan, termasuk hilangnya habitat, polusi, parasit dan perubahan iklim.

"Ini belum menjadi bencana lebah, tapi apa yang bisa kami katakan adalah lebah liar tidak benar-benar berkembang," ujar Zattara.

Diketahui, selama ini sebagian besar penelitian berfokus pada spesies atau habitat lebih tertentu. Survei terbaru mengambil pendekatan yang lebih makro. Survei menggabungkan dan menganalisis data base tentang melimpahnya dan keanekaragaman lebah untuk mengidentifikasi tren global.

"Mencari tahu spesies mana yang hidup di mana dan bagaimana keadaan masing-masing populasi menggunakan kumpulan data yang kompleks bisa sangat berantakan. Kami ingin mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana : spesies apa yang telah tercatat, di mana pun di dunia, dalam periode tertentu?" katanya.

Untuk studi mereka, Zattara dan rekan-rekananya sangat mengandalkan Global Biodiversity Information Facility, sebuah jaringan kumpulan data internasional yang menampilkan lebih dari 300 tahun museum dan catatan akademis. Mereka juga menganalisa data yang dikumpulkan oleh citizen scientists. Basis daya berisi catatan lebih dari 20.000 spesies lebah yang diketahui dari seluruh dunia.

Ketika para ilmuwan menganalisis kumpulan data untuk tren global dalam pengamatan keanekaragaman dan sangat besar, mereka menemukan kelompok lebah tertentu mengalami penurunan yang nyata.


Data menunjukkan catatan lebah halictid, keluarga lebah terbanyak kedua, telah menurun 17 persen sejak 1990-an. Keluarga Melittidae yang lebih sulit ditangkap telah menurun 41 persen.

"Penting untuk diingat bahwa lebah tidak berarti hanya lebah madu, meskipun lebah madu adalah spesies yang paling banyak dibudidayakan. Jejak masyarakat kita juga berdampak pada lebah liar, yang menyediakan layanan ekosistem tempat kita bergantung," ujar Zattara.

Menurut penulis studi tersebut, pekerjaan mereka tidak dimaksudkan untuk menunjukkan dengan tepat hilangnya spesies tertentu. Mereka ingin mengkonfirmasi apa yang diamati oleh para ilmuwan secara lokal tampaknya sesuai dengan apa yang terjadi secara global.


"Sesuatu sedang terjadi pada lebah, dan sesuatu perlu dilakukan. Kita tidak bisa menunggu sampai kita memiliki kepastian yang mutlak karena kita jarang sampai di sana dalam ilmu pengetahuan alam. Langkah selanjutnya adalah mendorong pembuat kebijakan untuk bertindak sementara kita masih punya waktu. (Masalah) lebah tidak bisa menunggu," katanya.

Berita Terkait
  • Lebah Masuk Daftar Spesies Terancam Punah di AS
Berita Lainnya
  • Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?
  • Dakwah Akademik di Tanah Renaisans

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

Seperempat Spesies Lebah Menghilang 20 Tahun, Ada Apa?

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya