0
Thumbs Up
Thumbs Down

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

rumah123
rumah123 - Thu, 28 May 2020 18:30
Dilihat: 53
Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?Kawasan Serpong dan Cikarang merupakan beberapa contoh kawasan yang mulai banyak digarap pengembang. Jika kamu harus memilih untuk berinvestasi di salah satunya, mana yang lebih menjanjikan?

Jakarta sudah demikian padatnya.

Harga properti pun sudah sedemikian tingginya.

Kota ini sudah tidak memiliki ruang untuk bertumbuh ke samping.

Di sisi lain, bangunan yang tumbuh ke atas seperti apartemen, perkantoran, dan gedung bertingkat lainnya pun membutuhkan investasi yang tidak kecil.

Pilihannya juga semakin ke pinggir kota.

Harga properti di wilayah penyangga pun sudah semakin mahal

Ring pertama di luar Jakarta seperti Bintaro, Cibubur, BSD, Bekasi dan Depok pun sudah terlewati.

Harga lahan dan properti di sana sudah melesat tinggi.

Lihat saja di Bekasi, kini sudah tidak ada lagi apartemen menengah yang dijual pada harga Rp200-an juta.

Demikian pula rumah tapak di Depok, rata-rata sudah melampaui angka Rp500 juta.

Apalagi di Bintaro dan Serpong, jangan bermimpi bisa membeli tanah di kawasan ini dengan harga di bawah Rp5 juta per m2.

Pengembang mulai merambah kawasan yang lebih 'pinggir' lagi

Kini pengembangan mulai memasuki ring kedua bahkan ketiga di luar Jakarta.

Mulai muncul pengembangan di kawasan Parung, Citayam (Depok) Gunung Sindur, Parung Panjang, Legok (Serpong) Cileungsi, Gunung Putri, Jonggol (Cibubur), Babelan, Tambun, Cibatu, Cibarusah (Cikarang).

Pengembang-pengembang kakap pun mulai merambah kawasan ini.

Mereka memicu perkembangan yang tak bisa dipandang remeh dan serta merta mendongkrak harga properti di kawasan itu.

Belum lagi keberadaan kawasan industri di sekitarnya serta pembukaan akses transportasi yang semakin gencar.

Perbandingan Serpong dan Cikarang, dua kawasan incaran pengembang kakap

Rumah123.com membuat komparasi dua kawasan yang kini menjadi incaran pengembang-pengembang kakap dan menjadi koridor berikutnya perkembangan properti di Indonesia, khususnya Jabodetabek.

Serpong, permaisuri tua yang kini masih kinclong bersinar dan Cikarang yang kerap dipandang sebelah mata oleh warga Jakarta lantaran masih 'kerabat dekat' Bekasi.

Prospek investasi properti di kawasan Serpong

Berikut pemetaannya:

Serpong: Legok, Cisauk, Gunung Sindur dan Parung Panjang

Kawasan ini memiliki pembeli properti yang lebih moderen, visioner dan mampu membaca peluang pertumbuhan harga lantaran sudah puluhan tahun berkutat dengan pertumbuhan kawasan ini.

Laiknya tipikal pembeli properti di seantero jagat, orang akan mencari properti di sekitar kawasan tempat tinggalnya.

Maka banjir properti anyar di sepanjang Cisauk, Legok, Parung Panjang dan Gunung Sindur pun menjadi 'makanan' empuk orang Serpong, plus Karawaci.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung, nama Serpong pun dipergunakan sebagai daya tarik proyek yang sesungguhnya terletak nun jauh di luar kawasan Serpong.

Dari sisi akses transportasi, Serpong dan sekitarnya kini masih menunggu realisasi pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja yang akan menghubungkan Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang.

Tak hanya itu, daya jangkau kereta listrik commuter line pun membelah kawasan ini hingga ke Maja dan Rangkas Bitung mendekati Kota Serang, ibukota Banten.

Sayangnya, Serang bukanlah Bandung yang menjadi magnet bagi pengunjung dari luar.

Inilah yang membuat pertumbuhan kawasan Serpong akan melambat di Tiga Raksa dan Maja yang sudah dimasuki Ciputra Group.

Bagi pencari rumah untuk ditinggali, berburu properti di kawasan ini butuh ketelatenan lantaran lonjakan harganya cukup fantastis.

Mencari rumah ukuran 45/72 di kawasan ini, tidak cukup jika hanya mengandalkan isi kantong di kisaran Rp300 jutaan.

Bagi investor, celah capital gain yang bisa dipanen masih menjanjikan lantaran karakteristik kawasan yang selamanya akan diminati para pencari rumah.

Apalagi, ekspansi Sinar Mas Land dan Summarecon Agung pun sudah merambah lahan-lahan di kawasan Legok dan Parung Panjang.

Hanya saja, patut diwaspadai jika pasar mulai mengalami kejenuhan karena maraknya aksi beli properti oleh investor yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan pasar sekunder yang sama cepatnya.

Investasimu bakal masuk daftar antri yang cukup panjang sebelum mendapatkan pembeli atau penyewa, persis seperti yang dialami Serpong, beberapa tahun silam.

Baca juga:Rawan Banjir, Kenapa Rumah di Kelapa Gading Tetap Banyak Diburu?

Proses investasi properti di kawasan Cikarang

Cikarang: Bekasi Timur, Babelan, Cibarusah, Cibatu

Wilayah yang masuk dalam Kabupaten Bekasi ini, menjadi area perlintasan paling ramai dengan jumlah lintasan kendaraan per harinya mencapai 250 ribu di ruas tol Jakarta-Cikampek dari Jakarta menuju Bandung dan kota-kota lain di Jawa.

Meskipun sudah dimasuki oleh pengembang-pengembang kakap seperti Lippo, Sinar Mas Land, Jababeka dan Metland namun harga properti di kawasan Cikarang ini masih memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan Serpong.

Padahal, dari sisi akses transportasi dan keberadaan fasilitas pendukung, Cikarang pun kini mulai menggeliat.

Meskipun belum matang seperti Serpong, namun sejumlah pelaku properti di kawasan ini meyakini perkembangan kawasan Cikarang bukan tidak mungkin akan menyaingi Serpong.

Bagi para pencari rumah tinggal, kawasan ini masih menyediakan pasokan hunian yang berkisar di angka Rp300-an juta, bahkan masih ada pengembang yang berani memasarkan produk mereka dengan harga Rp200-jutaan.

Sementara itu untuk investor, masa-masa menjelang lepas landas menjadi saat yang tepat untuk membenamkan uangnya di properti pada kawasan ini karena nilai aset akan melipatganda pada saat kawasan ini mulai melambung tinggi.

Baca juga:Padahal Sering Dibully, Rumah di Depok Ternyata Dicari Sampai 2 Juta Kali, Ini Alasannya!

Pilih Serpong atau Cikarang?

Mengutip Erwin Karya, Associate Director Ray White, prospek yang lebih menjanjikan di masa depan bukan lagi Serpong melainkan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Menurutnya, Serpong saat ini sudah matang dan harganya cukup tinggi.

Untuk tumbuh seperti beberapa tahun lalu sulit dan butuh waktu lama.

Sementara Cikarang kondisinya seperti Serpong beberapa tahun lalu.

Kawasan ini masih akan berkembang karena punya basis ekonomi sangat kuat melalui kehadiran ribuan perusahaan industri.


Di sini ada ribuan pekerja asing dan ratusan ribu pekerja industri yang membutuhkan hunian dan dukungan fasilitas.

]]>
Sumber: rumah123

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

Serpong vs Cikarang-Bekasi, Mana yang Lebih Menjanjikan?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya