0
Thumbs Up
Thumbs Down

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 15:41
Dilihat: 31
Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

JAKARTA - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja Supratman Andi Agtas mengatakan, Kementerian Sekretariat Negara tidak melakukan pengajuan revisi terhadap undang-undang yang sudah dikirimkan Sekretariat Jenderal DPR ke Istana. Melainkan, hanya mengajukan perbaikan pada format penulisan.

"Bukan revisi, tapi terkait typo dan tata bahasa," ujar Supratman kepada Republika, Kamis (22/10).

Perbaikan yang diajukan oleh Setneg ini sebelumnya diungkapkan oleh anggota Baleg Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto. Namun, Supratman menegaskan, bahwa perbaikan ini tak memasukan pasal selundupan dan mengubah substansi.

"Perubahan substansi pasti tidak ada, karena perbaikan itu mengacu terhadap keputusan Panja," ujar Supratman.

Pengesahan UU Cipta Kerja (ilustrasi) - (republika)



Sebelumnya, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Mulyanto mengungkapkan, Kementerian Sekretariat Negara mengajukan revisi Undang-Undang Cipta Kerja sebanyak 88 halaman dan 158 item. Hal tersebut dilakukan pada dua hari usai Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menyerahkan naskah UU yang berjumlah 812 halaman, ke pihak Istana.

Namun, ia mengaku tak mengetahui apa yang direvisi oleh Setneg. Sebab, panitia kerja (panja) Baleg UU Cipta Kerja telah dibubarkan usai pengesahan yang dilakukan dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020.

"Perbaikan draf RUU Cipta Kerja sebanyak 158 item dalam 88 halaman berdasarkan recall tanggal 16 Oktober 2020," ujar Mulyanto.

Diketahui, draf final RUU Cipta Kerja yang diserahkan kepada pemerintah berjumlah 812 halaman. Sebelum draf final tersebut diserahkan kepada presiden, beredar banyak naskah yang bervariasi jumlah halamannuya.

Mulai dari 1.028 halaman, 905 halaman, 1.052 halaman, dan 1.035 halaman. Terbaru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah mengaku menerima naskah Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang berjumlah 1.187 halaman.


infografis aturan tenaga kerja dalam UU cipta kerja - (republika)
Berita Terkait
  • Moeldoko: Kalau Paham UU Ciptaker, Mahasiswa tak Berdemo
  • Ketua Baleg: Revisi UU Ciptaker dari Setneg Perbaiki Typo
  • UU Cipta Kerja, Standar Upah dan Nasib Pelaut Dalam Negeri
Berita Lainnya
  • Film Legally Blonde 3 Segera Diproduksi dan Tayang pada 2022
  • Wamen ATR/BPN: Reforma Agraria untuk Berdayakan Masyarakat

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

Setneg Ajukan Revisi UU Ciptaker, Baleg DPR: Bukan Substansi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya