0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 22 Oct 2020 22:12
Dilihat: 43
Jakarta

Meskipun peringkat Logistic Performance Index (LPI) tahun 2019 relatif meningkat dibanding tahun 2018, sejumlah kalangan menilai Sistem Logistik Nasional belum efisien.Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Wang Wei, Bos Kurir Logistik China Berharta Rp486 T

"Biaya logistik Indonesia masih tinggi," kata Rusman Ghazali,, akademisi dari Universitas Nasional, Jakarta, dalam sebuah webinar di sebuah hotel di Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Menurut Rusman, biaya logistik transportasi masih di angka 28,7%. Prosentase yang menurutnya sangat besar untuk keseluruhan biaya produksi.

Ia menunjuk contoh sistem logistik di sektor perikanan, dimana panjangnya rantai distribusi hasil perikanan mengakibatkan tingginya biaya logistik.

"Bahkan biaya logistik antar pulau relatif lebih tinggi dibanding antar negara," ungkap Rusman seraya menunjuk contoh biaya angkut Kendari-Jakarta mencapai Rp1,28 per kg/km. Sementara biaya angkut Jakarta-China hanya Rp0,52/kg/km.

Sebelumnya dalam webinar bertajuk "Tata Kelola Sistem Logistik Nasional Dalam Mengurangi Beban Biaya Logistik" itu, peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus setuju dengan penilaian Rusman bahwa sistem logistik nasional tidak efisien.

Ia menilai, Indonesia masih boros modal untuk investasi dibanding Malaysia, Vietnam atau Thailand.

"Hati-hati dengan pasar terbuka ASEAN karena produk mereka yang lebih murah kalau menyerbu Indonesia bisa rusak pasar produk kita," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Rusman menyarankan kepada pemerintah untuk terus melakukan efisiensi perizinan, memperbanyak infrastruktur pengangkutan produk, dan memperbanyak jadwal kapal angkut dari sentra produksi ke sentra distribusi.

Adapun Soleh Rusyadi Maryam dari Sucofindo menyarankan pemerintah untuk memperbanyak Pusat Logistik Berikat (PLB) yang memiliki fleksibilitas dalam supply chain management.

"Di sini ada konsep one to many, many to one many to many," kata Soleh.

Dengan adanya PLB diyakini Soleh akan memperlancar arus barang impor dari sisi kewajiban kepabeanan, menjaga cash flow perusahaan, dan mendukung ketersediaan barang impor tepat waktu.

Karena itu Soleh menyarankan perlunya diperbanyak PLB di sejumlah tempat karena terbukti efisien dalam menopang supply chain management.

Sementara peneliti INDEF Ahmad Hari Firdaus meminta pemerintah memperbanyak pusat-pusat ekonomi baru untuk menambah frekuensi kunjungan kapal-kapal cargo ke pusat-pusat produksi.

"Tol laut belum berfungsi maksimal karena tidak ada hilirisasi dari pusat produksi. Hilirisasi tidak ada kareba tidak ada pusat-pusat ekonomi baru," tutur Ahmad.

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil


Foto: Dok. Panpel Webinar

Sumber: wartaekonomi

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

Sistem Logistik Belum Efisien, Pemerintah Diminta Perbanyak Pusat Ekonomi

  
PARTNER KAMI
pijar
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya