0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 Feb 2020 14:38
Dilihat: 40
Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembinaan pemuka agama 2020 untuk menjalin silaturahim sekaligus meningkatkan peran dan fungsi tokoh agama dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman, Rabu (5/2). Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Iriansya mengatakan kegiatan pembinaan pemuka agama 2020 diawali dengan pembinaan tokoh agama Islam.

Pembinaan akan berlangsung sebanyak empat kali. "Kegiatan pembinaan juga akan dilaksanakan bagi pemuka agama Katolik, Kristen, Hindu dan Budha yang masing-masing akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam 2020," katanya.

Dalam kegiatan pembinaan ini, tema yang menjadi acuan dalam pembinaan pemuka agama terkait optimalisasi peran tokoh agama dalam meningkatkan kesadaran beragama sesuai dengan agamanya masing-masing. "Selain itu, tema lain yang menjadi acuan dalam kegiatan tersebut, yaitu peran tokoh agama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, membangun ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, serta membina kerukunan atau toleransi antarumat beragama di wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut, menyampaikan forum tersebut sangat penting untuk membangun komunikasi diantara para tokoh agama dan pemuka agama dalam menciptakan Kabupaten Sleman yang kondusif. "Yang tidak kalah pentingnya adalah, dalam frum ini kita dapat saling berkoordinasi dan mengupayakan langkah-langkah kongkrit agar kerukunan dan toleransi di Kabupaten Sleman ini tetap terjaga dengan baik dari generasi ke generasi dan dari waktu ke waktu," katanya.

Sri Muslimatun menilai, dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama saat ini, para tokoh agama dan pemuka agama dituntut tidak anti terhadap media sosial. "Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi memiliki pengaruh dalam kerukunan umat beragama saat ini. Selama ini, masih banyak di media sosial diisi oleh berita-berita hoaks, ujaran kebencian, radikalisme maupun ajaran-ajaran anti toleransi," katanya.


Sri Muslimatun menyebutkan kondisi tersebut sangat memprihatinkan sekaligus menyedihkan karena media sosial menjadi media penyebaran kebencian dan provokasi. "Berkenaan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini saya mengharapkan kepada para tokoh dan para pemuka agama Islam tidak anti terhadap media sosial. Namun hendaknya memanfaatkan keberadaan media tersebut untuk menyebarkan luaskan ajaran toleransi, menghargai perbedaan serta memperat kerukunan antarumat beragama," katanya.

Berita Terkait
  • Sleman Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat ke Pengelola TKA/TPA
  • Terjadi 78 Bencana Alam di Sleman Sepanjang 2019
  • BPK Berikan Beberapa Rekomendasi ke Pemkab Sleman
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

Sleman Gelar Pembinaan Pemuka Agama

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya