0
Thumbs Up
Thumbs Down

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 22 Oct 2020 16:55
Dilihat: 32
Jakarta

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyatakan bahwa rencana pembentukan holding dan subholding migas, telah digadang-gadang sejak tahun 2014 lalu.

Ia mengatakan hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kajian holding BUMN Migas pada akhir 2017, dan dilanjutkan dengan integrasi PGN ke subholding di akhir 2018.

"Jadi subholding di Pertamina itu dirancang jauh-jauh hari, tapi kita jadikan sekarang," katanya, dalam webinar ruang energi, Kamis (22/10).Baca Juga: Hutama Karya Garap Proyek Simpang Susun Ruas Tol Surabaya-Gresik

Lanjutnya, ia mengatakan tujuan dari holding tersbeut adalah untuk pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Group dan juga untuk mempercepat pembangunan bisnis baru, dan menjalankan program-program nasional.Baca Juga: Dukung Ekonomi Bali, Pertamina Tinjau Sarana Operasional Distribusi Energi

Sementara itu, ia juga menjelaskan soal subholding, yang di antaranya adalah untuk mempercepat pengembangan usaha dan kapabilitas bisnis eksisting.

Selain itu juga, subholding dapat meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan.

"Karena dia seperti kapal induk besar. Karena kapal itu besar maka ini akan membuat dia tidak fleksibel, makanya kita pecah menjadi subholding-subholdingnya. supaya pengembangan Pertamina ke depan adalah tujuan kita untuk optimalisasi bisnisnya," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan soal kebijakan ini menyalahi Undang-Undang, Arya menjelaskan bahwa akan terjadi banyak perubahan di masa yang akan datang. Seperti perubahan penggunaan bahan bakar dari fosil ke baterai.

"Perubahan seperti ini membuat perubahan cara pandang terhadap Undang-Undang juga. jadi pandangan inilah yang menjadi tantangan kita bahwa bisnis itu akan terus bergerak," tukasnya.

Selain itu, SVP Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto, ikut menjelaskan perihalsubholding yang telah dibentuk, yakni upstream subholding yang operasionalnya dipegang PT Pertamina Hulu Energi, gas subholding (PT Perusahaan Gas Negara), refinery and petrochemical subholding (PT Kilang Pertamina Internasional).

Ia menjelaskan bahwa pembentukan subholding ini merupakan upaya perusahaan untuk bersaing dalam bauran energi. Sebab, menurutnya, permintaan bauran energi ramah lingkungan semakin tinggi.

"Ini adalah dinamika terbaru yang kita semua harus siap adaptasi," katanya.

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil


Foto: Antara

Sumber: wartaekonomi

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

Soal Holding dan Subholding Migas, Begini Kata Kementerian BUMN

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya