0
Thumbs Up
Thumbs Down

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

Republika Online
Republika Online - Thu, 20 Jan 2022 16:38
Dilihat: 64
Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

JAKARTA -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merespons dugaan kerugian negara terkait kasus pengadaan satelit Slot Orbit 123 Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2015. Prabowo mengatakan, perkara ini sedang diproses oleh pihak yang berwenang.

"Yang satelit itu lagi diproses," kata Prabowo di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (20/1).

Ia mengungkapkan, Kemenhan telah melakukan audit internal terkait pengadaan satelit tersebut. Namun, Prabowo tidak merinci perihal hasil audit itu.

"Ada (audit internal) dan kita sudah minta juga ke pihak BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk audit," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan bahwa ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan proyek Satelit di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada 2015. Mahfud mengatakan, akibatnya negara mengalami kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

Mahfud menjelaskan, hal ini berawal saat Satelit Garuda-1 telah keluar orbit dari Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur pada tanggal 19 Januari 2015. Sehingga terjadi kekosongan pengelolaan oleh Indonesia. Berdasarkan peraturan International Telecommunication Union (ITU), negara yang telah mendapat hak pengelolaan akan diberi waktu tiga tahun untuk mengisi kembali Slot Orbit.

Apabila tidak dipenuhi, hak pengelolaan Slot Orbit akan gugur secara otomatis dan dapat digunakan negara lain. Kemenhan ingin membangun Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan) untuk mengisi kekosongan pengelolaan Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur.

Kemenhan pun meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika agar dapat membangun Satkomhan tersebut. Selanjutnya, Kemenhan membuat kontrak dengan PT Avanti Communication Limited untuk menyewa Satelit Artemis pada 6 Desember 2015.

Namun, saat itu Kemenhan ternyata tidak memiliki anggaran untuk memenuhi keperluan tersebut. "Kontrak-kontrak itu dilakukan untuk membuat Satkomhan, Satelit Komunikasi Pertahanan dengan nilai yang sangat besar padahal anggarannya belum ada," kata dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemenko Polhukam, Kamis (13/1).


Berita Terkait
  • Menhan Prabowo Sebut Pembentukan Komcad akan Dilanjutkan
  • Prabowo Akhirnya Buka Suara Soal Kisruh Kasus Satelit pada 2015
  • Wamenhan Sebut Pentingnya Kolaborasi Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara
Berita Lainnya
  • In Picture: Pilah Sampah di Kali Bekasi Kerahkan Tiga Kapal Bantuan Jerman
  • Ujung Penyesalan Para Kaum Kufur Nikmat Kala Turunnya Azab

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

Soal Kasus Satelit Kemenhan, Ini Kata Prabowo Subianto

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya