0
Thumbs Up
Thumbs Down

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

Republika Online
Republika Online - Wed, 27 Jan 2021 20:28
Dilihat: 41
Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan langkah karantina wilayah secara terbatas guna menekan penularan Covid-19, yang jumlah kasusnya sudah lebih dari 1 juta per Selasa (26/1). Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono menilai, wacana pemerintah tidak jelas.

"Saya tidak tahu maksud karantina wilayah terbatas itu apa?disebut terbatas itu dimana? Wilayah mana yang akan dikarantina? Apa bedanya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)? Tujuannya apa? Bagaimana prosedurnya?" katanya saat dihubungi Republika, Rabu (27/1).

Sebab, kata dia, karantina wilayah jika merujuk undang-undang (UU) Karantina adalah lockdown total. Artinya, pemerintah yang menanggung kehidupan hingga makanan masyarakatnya.

Dia mencontohkan, wilayah yang menerapkan karantina wilayah seperti di Wuhan, China yang benar-benar menutup kotanya beberapa waktu lalu. Namun, jika maksud karantina wilayah terbatas adalah jika ada warga yang positif Covid-19 dikarantina dan diisolasi, tempat itu kini telah tersedia dan tersebar di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, hotel, bahkan wisma haji.

"Lalu apa yang baru? Makanya, saya tidak mengerti apa maksud pemerintah akan melakukan karantina wilayah terbatas itu apa, harus jelas dulu. Semua harus punya perencanaan dan tertata, ada target dan tujuannya," katanya.

Dia mengkritik, pemerintah yang senang membuat nama baru pembatasan aktivitas. Menurutnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau PSBB tidak berbeda, hanya berganti singkatan. Namun, dia melanjutkan, beda singkatan itu tidak ada gunanya karena tidak mengurangi kasus Covid-19.

"Apa itu karena pemerintah panik?menurut saya tidak jelas, hanya respons panik. Lagipula siapa itu Muhadjir? Menko PMK kan?bukannya seharusnya Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang menetapkan pembatasan wilayah?" ujarnya.

Sebelumnya pemerintah menyiapkan langkah karantina wilayah secara terbatas guna menekan penularan Covid-19, yang jumlah kasusnya sudah lebih dari satu juta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan langkah karantina wilayah terbatas hingga tingkat mikro. "Terutama level hulu, langkah untuk melakukan karantina terbatas, kemudian tracing, tracking, testing, dan tentu saja protokol kesehatan 3M dan pengobatan pada mereka yang berstatus sebagai penyandang Covid-19," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Rabu (27/1).


Berita Terkait
  • Kemenkes Minta RS Swasta Gotong Royong Tampung Pasien Covid
  • DIY Laporkan 427 Kasus Baru Covid-19, Sleman Tertinggi
  • Kasus Covid-19 Menurun, Moskow Longgarkan Pembatasan Sosial
Berita Lainnya
  • Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...
  • Pentingnya Peran Media dalam Gerakan Zakat

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

Soal Wacanakan Karantina Wilayah, Epidemiolog: Tak Jelas...

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya